Dosen UBSI Perkuat Usaha Kopi Wintira Lewat Hibah DPPM Kemdiktisaintek

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Komitmen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Sukabumi sebagai Kampus Digital Kreatif dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat kembali dibuktikan.

Melalui pendanaan hibah pengabdian kepada masyarakat 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek, dosen UBSI menghadirkan program pemberdayaan yang menyasar sektor kopi lokal.

Program ini difokuskan pada penguatan usaha Kelompok Tani Kopi Wintira Coffee melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan peningkatan kualitas produksi dan penerapan teknologi digital.

Kegiatan tersebut dikemas dalam program bertajuk “Transformasi Usaha Kelompok Tani Kopi Wintira Coffee melalui Penguatan Pascapanen Lanjutan dan Digitalisasi Manajemen untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk".

Program ini dipimpin Yusti Farlina bersama tim yang terdiri atas Rizal Amegia Saputra dan Rusli Nugraha. Dua mahasiswa Prodi Sistem Informasi Akuntansi, Rifa Fitriyani dan Nur Hidayat Suharlan, turut dilibatkan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik di lapangan.

Fokus utama kegiatan ini terbagi dalam dua aspek. Pertama, peningkatan kualitas kopi melalui penguatan proses pascapanen dengan teknik pengolahan yang lebih modern dan terstandar. Kedua, digitalisasi manajemen usaha guna meningkatkan efisiensi operasional serta memperluas jangkauan pasar.

Yusti Farlina menjelaskan, program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin memastikan Kelompok Tani Kopi Wintira Coffee tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki sistem manajemen yang rapi dan berbasis teknologi,” ujarnya dalam rilis yang dikutip Kamis (7/5/2026).

Ia menambahkan, penguatan pada aspek pascapanen dan digitalisasi diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang. “Dengan peningkatan kualitas dan sistem pengelolaan lebih baik, nilai jual kopi meningkat dan berdampak pada kesejahteraan petani.”

Dalam pelaksanaannya, tim dosen UBSI memberikan pelatihan intensif yang mencakup teknik sortasi, pengeringan, hingga pengemasan produk sesuai standar pasar. Selain itu, pelatihan digital juga diberikan, meliputi pemanfaatan platform pemasaran online serta pencatatan keuangan berbasis aplikasi sederhana.

Rizal Amegia Saputra menegaskan, pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam menghadapi persaingan saat ini. “Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan teknologi, kelompok tani menjangkau pasar lebih luas tanpa batasan wilayah,” ungkapnya.

Keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi nilai tambah tersendiri. Selain membantu proses pendampingan, mereka memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dinamika pemberdayaan masyarakat, sehingga mampu meningkatkan kompetensi akademik dan sosial.

Melalui hibah pengabdian kepada masyarakat 2026 ini, Kelompok Tani Kopi Wintira Coffee diharapkan dapat berkembang menjadi usaha yang lebih mandiri, modern, dan berdaya saing. Program ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret bagi peningkatan kesejahteraan bersama.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |