Ditugaskan Prabowo, Bahlil: Ketahanan Energi dari 21 Hari Jadi 3 Bulan

7 hours ago 3

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai dilantik menjadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional bersama tujuh menteri lainnya sebagai anggota di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto melantik 16 pengurus Dewan Energi Nasional (DEN) dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil ditunjuk sebagai ketua harian DEN.

Menurut dia, pelantikan itu menandai babak baru pengelolaan energi nasional. Bahlil mengaku, mendapat tugas dari Prabowo untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Dia menjamin, Indonesia harus bisa berdaulat energi tanpa bisa diintervensi pihak mana pun.

"Yang kedua adalah tentang ketahanan energi. Kita tahu bahwa ketahanan energi kita hanya 21 hari, dan ini kita akan up (tingkatkan) menjadi tiga bulan, dan ini pasti kita akan membangun storage," ujrnya.

Menurut dia, masalah energi menjadi prioritas Prabowo dalam pemerintahannya. "Kita tahu semua bahwa salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo adalah menyangkut dengan kedaulatan energi, ketahanan energi, swasembada energi yang salah satu instrumen negaranya adalah arah kebijakan roadmap yang dibangun bersama-sama dengan DEN," kata Bahlil.

Dia mengungkapkan, perhatian Prabowo terhadap sektor energi sangat kuat dan konsisten. Hal itu sejalan dengan Asta Cita, khususnya pada poin ketahanan energi dan ketahanan pangan.

"Ini adalah sebagai bentuk komitmen Bapak Presiden yang mempunyai perhatian khusus dalam rangka menempatkan energi sebagai skala prioritas pembangunan. Karena dalam berbagai kesempatan di asta cita nomor dua Bapak Presiden selalu berbicara tentang ketahanan energi dan ketahanan pangan," kata ketua umum DPP Partai Golkar tersebut.

Bahlil menyebut, DEN akan segera menggelar rapat perdana dan melaporkan kepada Presiden untuk melaksanakan sidang pertama. Fokus utama yang menjadi arahan RI 1, sambung dia, mulai kedaulatan energi hingga penguatan ketahanan energi.

"Yang berikut adalah kemandirian energi. Kita tahu, kita hari ini masih impor BBM kurang lebih sekitar 30 juta lebih kiloliter baik solar maupun bensin, dan yang keempat itulah swasembada. Pasti kami akan melakukan bertahap dan akan tujuannya pada akhirnya adalah swasembada," ucap Bahlil.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |