Didampingi BRI, UMKM Wastra Serap Tenaga Kerja Perempuan dan Perluas Pasar

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — UMKM binaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan peran nyata dalam penguatan ekonomi inklusif. Salah satunya Kain Indonesia by Shifara, usaha busana berbasis wastra Nusantara yang berkembang setelah mendapat pendampingan dari Rumah BUMN BRI dan kini menyerap tenaga kerja perempuan dalam rantai produksinya.

Pemilik Kain Indonesia by Shifara, Sinta Paramitha, mengembangkan batik dan wastra Nusantara dalam bentuk busana siap pakai berkonsep office wear. “Caranya adalah kami memproduksi baju-baju jadi atau ready to wear dengan konsep office wear dalam tema besarnya adalah from office to hangout dan memang target market utama kami adalah wanita,” kata Sinta dikutip Jumat (16/1/2026).

Keputusan tersebut dilandasi keprihatinan terhadap menurunnya ekspor batik sejak 2012 serta berkurangnya jumlah pengrajin kain Indonesia yang mencapai lebih dari 100 ribu orang selama pandemi. Ancaman klaim budaya dari negara lain turut mendorong Sinta mengembangkan wastra dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam produksinya, Kain Indonesia by Shifara menggunakan beragam wastra seperti Endek Bali, Jumputan Palembang, Jumputan Jogja, dan Batik Pekalongan. Produk dirancang fleksibel untuk berbagai ukuran dan kebutuhan seragam, dengan model yang disesuaikan tren agar tetap relevan di pasar kerja modern.

Perkembangan usaha ini semakin pesat setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta. Sinta mendapatkan pelatihan pemasaran digital, strategi bisnis, operasional, hingga keuangan. “Kami bertemu dengan para coach yang, setelah pendampingan, masih bisa kami ajak berinteraksi dan bertanya. Ini sangat membantu kami, tidak hanya dalam mendapatkan ilmu, tetapi juga menyelesaikan berbagai pertanyaan yang selama ini membingungkan dalam menjalankan bisnis,” imbuhnya.

BRI juga membuka akses promosi melalui bazaar dan program inkubasi. “BRI memberikan banyak fasilitas, mulai dari ilmu yang dapat langsung diaplikasikan untuk mengembangkan bisnis hingga kesempatan pameran yang membantu memperkenalkan produk dan meningkatkan brand awareness,” kata Sinta.

Dari sisi dampak sosial, usaha ini menggerakkan ekonomi perempuan, mulai dari penjahit hingga admin pengemasan, yang seluruhnya melibatkan perempuan dari berbagai usia dan latar belakang.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan Rumah BUMN menjadi wadah kolaborasi dan peningkatan kapasitas UMKM. Hingga kini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan melaksanakan lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

“Banyak pelaku usaha yang semula hanya menjual produk di pasar lokal, kini telah memasarkan produknya secara daring bahkan menembus pasar ekspor. Ini menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan dan akses ekosistem digital mampu mengubah kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |