Dianggap Ancaman Non Militer, Al Washliyah: LGBT Jangan Jadi Tren Generasi Muda

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah, KH Masyhuril Khamis menegaskan perilaku LGBT tidak boleh berkembang menjadi tren di kalangan generasi muda. Menurut dia, fenomena tersebut merupakan tantangan serius bagi akhlak bangsa dan menjadi salah satu ancaman non militer karena dinilai dapat merusak nilai-nilai kemanusiaan dan ketahanan moral masyarakat.

"Kita tahu bahwa LGBT salah satu isu yang tidak sekedar isu, tapi sudah menjadi gerakan masif, dan itu akan menjadi salah satu tantangan, khususnya bagi akhlak anak bangsa kita ke depan," kata Kiai Masyhuril kepada Republika usai pembukaan Muktamar ke XXIII Al Jam'iyatul Al Washliyah di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa (7/7/2026) malam.

Merespon masifnya gerakan LGBT, Kiai Masyhuril mengatakan, pada Muktamar ini para ulama Al Washliyah khususnya, akan semakin menguatkan dakwah supaya generasi muda Indonesia memahami maqashid syariah dalam Islam. Dalam maqashid syariah itu ada yang disebut dengan memelihara agama, memelihara keturunan, memelihara jiwanya, memelihara akalnya, dan memelihara harta.

Menurutnya, LGBT dapat menjadi ancaman terhadap manusia yang diharuskan memelihara agama, keturunan, jiwa, akal dan harta. "LGBT adalah bagian yang sangat mengkhawatirkan, dan perilaku (LGBT) ini tidak boleh menjadi sesuatu kebiasaan, apalagi menjadi satu tren generasi kita ke depan," ujarnya.

Kiai Masyhuril mengatakan bahwa Al-Washliyah sebagai lembaga dakwah, sebagai organisasi dakwah dan pendidikan, tentu harus membentengi khususnya kadernya serta pemudanya untuk menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan generasi muda dari perilaku menyimpang yakni LGBT. Sebab LGBT adalah perilaku yang sesungguhnya bukan disebut sebagai naluriah manusia.

Mengenai apakah LGBT dapat menjadi ancaman non militer terhadap bangsa Indonesia, Kiai Masyhuril menegaskan bahwa LGBT bisa menjadi ancaman. Sebab bangsa Indonesia tidak hanya harus membuat pertahanan dalam bentuk kekuatan dan senjata, tapi harus ada juga pertahanan dari hal-hal yang dapat merusak nilai-nilai kemanusiaan.

"Jangankan dari sudut pandang agama, LGBT ini merusak nilai-nilai kemanusiaan, sekucing kucingnya kucing tidak akan menikah dengan kucing yang sama atau sejenis," ujar Kiai Masyhuril.

Kiai Masyhuril mengingatkan bahwa Islam menyerukan umat manusia untuk memiliki keturunan dengan cara yang dihalalkan di dalam Islam. Memiliki keturunan dengan cara yang baik dan halal adalah bagian dari memperbaiki nilai-nilai ketahanan ruhani generasi Indonesia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |