D-8 Halal Expo 2026: Momentum Indonesia Memimpin Ekonomi Syariah Global

6 days ago 26

Oleh: Ishmah Qurratu’ain, Analis Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)

REPUBLIKA.CO.ID, Ekonomi syariah global terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026 memperkirakan pengeluaran konsumen muslim dunia mencapai sekitar US$2,4 triliun pada 2024 dan berpotensi meningkat menjadi US$3,6 triliun pada 2028. Pada saat yang sama, pasar halal global nilainya telah mencapai sekitar US$5,2 triliun.

D-8 (Developing 8) yang merupakan kelompok negara berkembang terdiri dari Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turkiye, dan Azerbaijan mewakili pasar lebih dari 1,2 miliar penduduk. Dengan PDB gabungan melebihi US$5 triliun, D-8 memiliki modal ekonomi yang cukup besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri halal global. Ini menjadikannya salah satu kawasan paling potensial untuk pertumbuhan industri halal dunia.

Potensi terbesar D-8 bukan hanya pada ukuran pasar, tetapi pada jaringan perdagangan internasional. Kemitraan antar negara D-8 ini menjadi penting untuk memperkuat kolaborasi bisnis, investasi, dan rantai nilai halal. Karenanya, agenda ekonomi D-8 menjadi relevan di tengah persaingan ekonomi halal global.

Di antara negara-negara D-8, Indonesia memiliki posisi yang cukup istimewa. Pada periode 2026-2027, Indonesia resmi memegang keketuaan organisasi kerja sama ekonomi D-8 setelah menerima tongkat estafet dari Mesir. Puncak rangkaian presidensi ini menjadikan Indonesia tuan rumah untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 ke-12 dengan D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 sebagai kegiatan pendukung utama.

Potensi dan Tantangan Indonesia sebagai Natural Leader Ekonomi Syariah Global

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki modal demografis kuat untuk pengembangan ekonomi syariah. Lebih dari itu, ekosistem ekonomi syariah Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ini terlihat dari kelengkapan instrumen pendukung ekonomi syariah, mulai dari kelembagaan, sistem sertifikasi halal, industri keuangan syariah, dan instrumen filantropi syariah.

Sebagai ketua D-8, Indonesia berkomitmen menguatkan kerja sama dan solidaritas negara-negara berkembang (Global Selatan) dalam merespon dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Hal ini diwujudkan melalui tema “Menavigasi Perubahan Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”.

Keketuaan Indonesia di D-8 berfokus pada penciptaan nilai bersama dan keterlibatan komunitas bisnis. Tujuannya untuk menghasilkan manfaat konkret dan berkelanjutan untuk pelaku usaha dan masyarakat di seluruh negara anggota D-8. Di tengah dinamika geopolitik saat ini, Indonesia juga menjadikan keketuaan ini sebagai wadah untuk mendorong deeskalasi konflik regional dan memperkuat solidaritas kemanusiaan.

Bagi Indonesia, keketuaan D-8 tentunya menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi ekonomi syariah nasional. Dengan seluruh potensi dan modal yang dimiliki, Indonesia layak disebut pemimpin alami (natural leader) ekonomi syariah dunia. Akan tetapi, kepemimpinan ini perlu dibuktikan dan bukan tanpa tantangan.

Tantangan utama saat ini adalah bagaimana mengubah potensi dan modal menjadi keunggulan yang tercermin dalam daya saing global. Penurunan peringkat Indonesia dalam SGIE 2025/2026 dari posisi ketiga ke posisi keempat menjadi pengingat bahwa potensi besar harus diimbangi dengan kinerja yang semakin kompetitif.

Di sinilah penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda pendukung KTT. Indonesia dapat memanfaatkan hal ini untuk memperluas jejaring bisnis, membuka peluang investasi, dan memperkuat ekspor produk halal. Momentum ini menjadi penting dalam peningkatan daya saing Indonesia dalam ekonomi syariah global.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |