Cerita Anak Sopir Bluebird yang Dapat Beasiswa hingga Akhirnya Jadi ASN

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kerja keras seorang ayah sebagai pengemudi taksi Bluebird menjadi jalan bagi Annisya Rizky Novalia untuk meraih cita-citanya. Putri pengemudi Bluebird itu kini berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN) setelah menempuh pendidikan dengan dukungan Program Beasiswa Bluebird Peduli yang diterimanya saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

Annisya menjadi salah satu penerima Program Beasiswa Bluebird Peduli pada 2016. Tak hanya dirinya, dua saudaranya juga memperoleh bantuan pendidikan yang sama. Baginya, beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan bentuk penghargaan atas kerja keras sang ayah yang setiap hari mencari nafkah sebagai pengemudi.

Ia mengaku selalu berusaha memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Pendidikan, menurut Annisya, telah membantunya memiliki arah hidup, memperluas cara pandang, dan membangun masa depan yang lebih baik.

Kini, ia bersama kedua saudaranya sama-sama berkarier sebagai ASN. "Beasiswa ini sangat berarti untuk saya dan keluarga. Melihat papa bekerja keras setiap hari sebagai pengemudi, saya belajar bahwa kesempatan harus dijaga dengan usaha. Papa membuka jalan lewat kerja kerasnya, sementara saya berusaha melanjutkan jalan itu dengan menyelesaikan pendidikan dan terus berproses sampai akhirnya bisa bekerja," ungkap Annisya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/6/2026).

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono mengatakan, perusahaan memandang pengemudi dan karyawan sebagai bagian penting dari perjalanan Bluebird. Karena itu, dukungan yang diberikan tidak hanya ditujukan kepada para pekerja, tetapi juga kepada keluarga mereka melalui akses pendidikan bagi anak-anak.

Menurut dia, pendidikan menjadi salah satu cara untuk membuka peluang yang lebih luas bagi generasi berikutnya agar dapat mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.

"Pengemudi dan karyawan merupakan bagian yang paling penting dari perjalanan Bluebird Group. Karena itu, kami percaya bahwa dukungan kepada mereka juga perlu menyentuh keluarga dan masa depan anak-anak mereka. Melalui Program Beasiswa Bluebird Peduli, kami ingin terus membuka ruang bagi anak-anak pengemudi dan karyawan untuk belajar, mengasah potensi, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih percaya diri," kata Adrianto.

Pada periode penyaluran tahun ini, Program Beasiswa Bluebird Peduli diberikan kepada 1.945 anak pengemudi dan karyawan, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, termasuk anak berkebutuhan khusus. Sejak pertama kali dijalankan pada 1998, program tersebut telah menjangkau sekitar 70 ribu penerima manfaat di berbagai daerah.

Bluebird juga melanjutkan dukungan kepada para penerima beasiswa melalui program Generasi Biru, yang menjadi wadah pengembangan diri bagi para alumni. Melalui program tersebut, para penerima beasiswa memperoleh berbagai pembekalan, mulai dari pengembangan keterampilan, peningkatan motivasi, hingga wawasan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.

Adrianto menambahkan, perusahaan ingin memastikan dukungan yang diberikan tidak berhenti pada bantuan pendidikan semata, tetapi juga membantu para penerima beasiswa mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

"Bagi kami, Generasi Biru menjadi ruang bagi para penerima beasiswa untuk melihat peluang yang lebih luas setelah mereka mendapatkan dukungan pendidikan. Kami percaya, anak-anak pengemudi dan karyawan memiliki potensi yang besar. Tugas kami adalah memastikan dukungan yang diberikan tidak berhenti pada bantuan pendidikan, tetapi juga membuka lebih banyak ruang bagi mereka untuk tumbuh bersama," ujar Adrianto.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |