BTN dan KAI Bangun 5.400 Unit Rusun TOD di Stasiun Manggarai

11 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menjalin kerja sama pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah kota strategis di Indonesia. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

"Kerja sama BTN dan KAI difokuskan pada pengembangan kawasan hunian vertikal yang terintegrasi langsung dengan transportasi publik seperti KRL Commuter Line, LRT, MRT, dan Transjakarta," ujar Nixon saat penandatanganan nota kesepahaman BTN dengan KAI di Menara 1 BTN, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).

Nixon menjelaskan, inisiatif itu menjadi bagian dari dukungan kedua BUMN terhadap Program Tiga Juta Rumah Pemerintah sekaligus menjawab tantangan urbanisasi dan keterbatasan lahan di pusat kota. Nixon mengatakan konsep hunian berbasis TOD menjadi semakin relevan bagi Indonesia karena mampu menghubungkan hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi dalam satu kawasan terintegrasi.

"Pembangunan kota masa depan tidak lagi bisa memisahkan antara hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, konsep Transit Oriented Development atau TOD menjadi sangat relevan untuk dikembangkan di Indonesia," ucap Nixon.

Menurut Nixon, banyak pekerja di Jakarta yang masih tinggal jauh dari pusat kota sehingga biaya transportasi dapat mencapai 20 persen hingga 25 persen dari penghasilan bulanan. Karena itu, sambung dia, pengembangan hunian vertikal di pusat kota dapat menjadi solusi yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat urban.

Selain itu, lanjut Nixon, pengembangan kawasan stasiun sebagai pusat hunian dan aktivitas ekonomi juga telah menjadi tren di berbagai negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Hong Kong. Nixon menilai model tersebut mampu menciptakan kawasan perkotaan yang lebih efisien, produktif, dan nyaman bagi masyarakat.

"Harga unit mulai dari sekitar Rp500 jutaan untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sementara unit nonsubsidi dipasarkan mulai kisaran Rp 700 jutaan hingga di atas Rp1 miliar tergantung tipe dan lokasi tower," ucap Nixon. 

Untuk mendukung keterjangkauan masyarakat, BTN menyiapkan fasilitas KPR Rumah Susun FLPP dengan suku bunga tetap enam persen per tahun dan tenor hingga 30 tahun. Dengan skema tersebut, Nixon menyebut, masyarakat dapat memiliki hunian vertikal di pusat kota dengan uang muka mulai satu persen dan estimasi angsuran sekitar Rp 2,9 jutaan per bulan untuk unit seharga Rp 500 juta.

Nixon menjelaskan, program tersebut ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 12 juta per bulan untuk lajang dan Rp 14 juta per bulan bagi yang sudah menikah. Selain KPR bagi konsumen akhir, BTN juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui skema Kredit Program Perumahan (KPP) untuk mendukung ekosistem usaha di kawasan hunian, termasuk pelaku UMKM perorangan.

"Melalui skema tersebut, BTN menyediakan pembiayaan mulai Rp 10 juta hingga Rp 500 juta untuk pembelian, pembangunan, maupun renovasi rumah yang sekaligus mendukung kegiatan usaha masyarakat," jelas Nixon. 

BTN akan mendukung pembiayaan konstruksi, fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), serta pengelolaan demand pipeline management untuk mendukung pengembangan proyek TOD berikutnya di berbagai kawasan strategis milik KAI. Nixon mengatakan saat ini BTN dan KAI juga telah mengantongi sekitar ribuan calon peminat awal untuk proyek TOD Manggarai.

Pihaknya akan memverifikasi secara bertahap sebagai bagian dari pengelolaan basis data permintaan hunian. "Ke depan, BTN dan KAI akan melanjutkan pembahasan teknis dan pengembangan proyek secara bertahap agar manfaat kawasan TOD dapat segera dirasakan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih terintegrasi di Indonesia," kata Nixon.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, proyek tersebut menggabungkan konsep hunian terjangkau, kawasan TOD, dan pengembangan pusat bisnis baru di Jakarta. Menurut dia, pekerjaan itu merupakan perintah dari Presiden RI Prabowo Subianto.

"Kita menggabungkan tiga hal sebenarnya. Satu adalah perumahan vertikal yang harganya terjangkau, yang merupakan bagian dari program penting dari pemerintah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Yang kedua, kita merealisasikan konsep TOD, transit oriented development," ujar Bobby.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |