REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengandalkan proyek-proyek baru di Blok B Natuna sebagai penopang utama peningkatan produksi minyak dan gas sepanjang tahun buku 2025. Kontribusi blok tersebut menjaga kinerja produksi Perseroan tetap berada dalam kisaran panduan tahunan di tengah dinamika industri hulu migas.
MedcoEnergi mencatatkan produksi minyak dan gas sebesar 156 ribu barel setara minyak per hari (mboepd) sepanjang 2025. Kinerja tersebut ditopang pengembangan lapangan baru di Blok B Natuna serta penguatan kendali operasi melalui peningkatan kepemilikan di PSC Corridor menjadi 70 persen.
“Produksi 2025 berada dalam kisaran panduan dan didukung proyek-proyek baru, termasuk Blok B Natuna,” kata CEO MedcoEnergi Roberto Lorato dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Kontribusi Blok B Natuna terlihat kuat pada kinerja akhir tahun. Pada kuartal IV 2025, produksi minyak dan gas MedcoEnergi mencapai puncak 178 mboepd, dengan rata-rata kuartalan 176 mboepd, menjadi salah satu capaian produksi tertinggi Perseroan dalam satu periode.
Capaian tersebut menjadi pijakan MedcoEnergi menatap 2026. Perseroan menargetkan produksi minyak dan gas di kisaran 165–170 mboepd, yang diproyeksikan menjadi tingkat produksi tertinggi sepanjang sejarah MedcoEnergi.
“Memasuki 2026, kami tetap fokus menciptakan nilai berkelanjutan melalui pertumbuhan dan keunggulan operasional,” ujar Roberto.
Penguatan produksi migas berjalan seiring dengan peningkatan kualitas cadangan. Hingga akhir 2025, cadangan terbukti dan terduga (2P) MedcoEnergi meningkat menjadi 564 juta barel setara minyak (mmboe) dari 493 mmboe pada tahun sebelumnya. Indeks umur cadangan naik menjadi 11,4 tahun, mencerminkan ketahanan portofolio hulu Perseroan.
Sumber daya kontinjensi (2C) juga bertambah menjadi sekitar 1 miliar barel setara minyak, memperluas ruang pengembangan lapangan ke depan. Di luar sektor migas, MedcoEnergi membukukan penjualan listrik sebesar 4.371 GWh sepanjang 2025, dengan pertumbuhan energi terbarukan mencapai 25 persen.
Perseroan turut mencatatkan total imbal hasil pemegang saham sebesar 27 persen pada 2025 melalui pembagian dividen dan program pembelian kembali saham dengan nilai total 110 juta dolar AS.
.png)
2 hours ago
1













































