Jamaah membaca Alquran saat itikaf di Masjid Al Falah Apartemen Bassura City, Jakarta, Senin (24/3/2025) malam. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Falah pertama kali menggelar itikaf dengan menyediakan fasilitas tenda untuk jamaahnya yang bermukim di masjid pada 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan guna menghidupkan lailatul qadar. Kegiatan itikaf tersebut meliputi kegiatan buka puasa bersama, tarawih, kajian, tahajud dan sahur bersama. Itikaf merupakan kegiatan bermukim di masjid dengan melakukan berbagai macam ibadah seperti shalat, membaca Al Quran dan mendengarkan kajian yang dilakukan umat muslim pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan untuk menjemput lailatul qadar atau malam penuh kemuliaan karena merupakan malam di turunkannya Al Quran.
REPUBLIKA.CO.ID, Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang paling ‘diburu’ kaum Muslimin. Umat Islam berlomba-lomba untuk mendapatkan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Salah satu sunah yang dilakukan yakni dengan melakukan iktikaf atau berdiam diri di dalam masjid dengan segala kegiatan ibadah.
KH Ahmad Zarkasih Lc, dalam buku Meraih Lailatul Qadar, Haruskah Itikaf? mengungkapkan, itikaf merupakan sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW selama sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ
Aisyah Radhiyallahu anha bercerita, "Nabi SAW (selalu) beriktikaf di sepuluh terakhir bulan Ramadhan sampai Allah SWT mewafatkan beliau." (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Namun kaitannya dengan malam Lailatul Qodar itu bukanlah syarat dengan yang disyarati. Kiai Zarkasih berpendapat, iktikaf bukanlah syarat untuk mendapatkan malam Lailatul Qodar. Menurut dia, malam Lailatul Qodar tidaklah dikhususkan untuk mereka yang beriktikaf saja, tapi siapapun yang ketika malam itu menghidupkan malamnya dengan ibadah.
"Siapapun yang menghidupkan malam Lailatul Qodar dengan iman dan ihtisab (mengharapkan pahala), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau." (HR Imam Bukhari)
Bagi mereka yang harus masih bekerja di malam hari, ia terhalang untuk bisa beri'tikaf, juga bagi wanita yang tidak bisa beritikaf karena mendapatkan dirinya dalam keadaan tidak suci. Menurut dia, mereka pun i masih punya kesempatan juga untuk mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qodar mengingat iktikaf itu bukanlah suatu kewajiban.
Hanya saja memang dengan beri'tikaf, kesempatan untuk terus beribadah sangatlah terbuka lebar. Orang yang beriktikaf bagaimanapun keadaannya di masjid, ia tetap terhitung sebagai orang yang beri'tikaf dan tentu saja itu ibadah, walaupun ia tidur.
.png)
2 hours ago
2
















































