Purbaya Sebut BGN akan Lakukan Efisiensi Anggaran Lanjutan

1 hour ago 2

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Kementerian keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski kantong negara tekor akibat belanja yang melonjak agresif, pemerintah mengklaim kondisi fiskal masih aman berkat setoran pajak yang tumbuh subur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan efisiensi anggaran lanjutan untuk programnya.

Rencana efisiensi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BGN Nanik S Deyang saat bertemu dengan Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (25/6/2026). Meski belum mengungkap besaran anggaran yang akan dihemat, Purbaya menyebut nilainya cukup signifikan.

“Kemarin saya bertemu Kepala BGN. Beliau sudah datang ke sini melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN. Saya pikir cukup signifikan, tapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan,” kata Purbaya dalam taklimat media di kantornya, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Meski demikian, Purbaya memastikan penghematan anggaran BGN tidak akan memengaruhi porsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Tidak (berubah), tetap. Jadi justru dipastikan makanannya tetap bergizi. Nanti deh, saya bukan ahli gizi. Yang jelas SDM-nya diperbaiki. Kalau enggak salah mereka akan hire lebih banyak ahli gizi di situ,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya juga menerima laporan mengenai sejumlah kendala yang dihadapi BGN dalam pelaksanaan program MBG, terutama terkait pengawasan di daerah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap mengerahkan jajarannya di daerah guna membantu pemantauan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Saya bilang begini, kalau begitu ya sudah. Yang menguasai di daerah-daerah biar Kementerian Keuangan saja. Nanti orang-orang saya di daerah akan memonitor SPPG secara berkala. Jadi saya punya alat dan saya bisa mengontrol anggarannya. Mereka setuju,” ujarnya.

Meski tidak merinci besaran efisiensi yang akan dilakukan BGN, Purbaya menyatakan tetap mendukung langkah penghematan anggaran agar program MBG terus berjalan.

“Saya setuju (efisiensi), apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi. Iya, tapi biar programnya jalan,” kata Purbaya.

Sebelumnya, pemerintah telah memangkas pagu anggaran Program Makan Bergizi Gratis pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dari semula Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun. Pemerintah juga berencana melanjutkan efisiensi anggaran program tersebut.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |