Bela Eks Aktivis Budiman Sudjatmiko dkk, Agus Jabo: Kita Jadikan Kekuasaan Alat Berjuang

6 hours ago 1

Mantan ketua umum PRD Agus Jabo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah resistensi muncul dari kalangan mahasiswa terhadap para mantan aktivis yang kini berada di lingkaran kekuasaan. Hal itu terlihat dari aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa dalam forum yang dihadiri pejabat dari kalangan mantan aktivis.

Berdasarkan catatan Republika, aksi resistensi mahasiswa tercatat terjadi ketika Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengisi sebuah diskusi di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (12/6/2026).

Ketika itu, terdapat mahasiswa yang mempertanyakan idealisme Budiman, yang notabene merupakan mantan aktivis di masa Orde Baru.

Tak hanya itu, diskusi yang dihadiri Budiman dan sejumlah mantan aktivis di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin (15/6/2026) juga berakhir tidak kondusif. Pasalnya, terdapat sejumlah mahasiswa yang menganggap eks pentolan Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan rekannya itu sebagai pengkhianat perjuangan.

Namun wakil menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menolak cap pengkhianat yang dialamatkan kepada para mantan aktivis di dalam pemerintahan. Menurut dia, tidak ada yang berubah dalam perjuangan para aktivis di masa Orde Baru. Hanya saja, arena perjuangannya yang berbeda.

"Gak ada yang berubah, arenanya saja yang berubah. Dulu di jalanan, sekarang di kekuasaan. Justru kekuasaan itulah kita jadikan alat untuk memperjuangkan apa yang dulu kita teriakkan di jalanan, Indonesia yang berdikari, adil, makmur," kata mantan Ketua Umum PRD itu saat dikonfirmasi Republika, Selasa (16/6/2026).

Ia menilai perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar terjadi. Termasuk kritik yang disampaikan para mahasiswa kepada pemerintah merupakan barang lumrah di negara demokrasi. Namun, perbedaan itu semestinya diselesaikan dengan bermusyawarah.

"Ya kalau ada perbedaan pandangan dan sikap, lebih baik dialog, musyawarah, untuk mencari jalan keluar terbaik, kepentingan rakyat harus ditempatkan lebih tinggi dari kepentingan politik maupun kelompok," ujar Agus.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |