Bandung Krisis Sampah, Pemkot Galakkan Kampanye Cegah Food Waste

1 day ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bekerja sama dengan WRI Indonesia menggalakkan kampanye agar masyarakat tidak menyisakan makanan atau "Tong Kalap, Tong Nyesa!" Sabtu (11/7/2026). Gerakan kampanye program Urban Futures ini menyasar generasi milenial dan generasi Z untuk mengurangi sampah makanan (food waste).

Aksi yang didukung Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial ini merespons krisis sampah di Kota Bandung. Di mana per hari menghasilkan 1.600 ton dengan didominasi sampah makanan. Sebanyak 80 persen sampah rumah tangga terjadi saat konsumsi. Bahkan 44 persennya adalah makanan layak makan yang terbuang sia-sia.

​Direktur Program Pangan, Lahan, dan Air WRI Indonesia, Tomi Haryadi menyebut sampah makanan sebagai tantangan besar perkotaan. Ia mengatakan data global menunjukkan sektor hotel, restoran, dan kafe serta rumah tangga menjadi penyumbang utama.

"Temuan Dinas Lingkungan Hidup Bandung mengungkap 63 persen sampah makanan berasal dari sektor hotel, restoran dan kafe, sisanya dari rumah tangga," ucap dia akhir pekan ini.

​Ia menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat adalah kunci utama untuk memutus rantai sampah dari sumbernya. Dengan kampanye yang dilakukan pihaknya berharap terjadi perubahan perilaku orang muda di Kota Bandung dalam mengonsumsi makanan.

Ia mengatakan, ​persoalan sampah makanan menjadi semakin mendesak mengingat kapasitas tempat pemrosesan akhir (TPA) di Bandung yang semakin terbatas. TPA Sarimukti kini telah beroperasi jauh melebihi kapasitas idealnya, dengan sekitar 78 persen sampah yang masuk berasal dari Kota Bandung.

​Program Development Manager Climate Justice Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, Arti Indallah, mengatakan pengurangan sampah makanan merupakan bagian dari aksi nyata menghadapi perubahan iklim.

​"Perubahan iklim merupakan isu keadilan. Orang muda akan menjadi kelompok yang paling terdampak, tetapi sekaligus memiliki peran besar untuk memimpin solusinya*" kata dia.

​Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa mengatakan, sektor pariwisata Kota Bandung tidak bisa dipisahkan dari keberadaan ribuan kafe dan restoran yang menjadi magnet wisata. Namun, tingginya timbulan sampah makanan saat ini menjadi ancaman nyata.

Pihaknya mengajak seluruh pelaku usaha kuliner ikut terlibat dalam perubahan. ​"Kami berkomitmen mendorong para pelaku usaha kafe dan restoran agar turut berkontribusi mewujudkan ekosistem konsumsi yang lebih bertanggung jawab menuju pariwisata berkelanjutan di Bandung," kata dia.

Sebagai tahap awal, kampanye ini menggandeng 10 restoran dan kafe sebagai mitra percontohan, yakni Nara Park, Greens & Beans, Work.unusual, Milestone Coffee, NERD Laboratory, Tedja Koffee Cabang Jalan Aceh, Pho Ngon, Hutanika, Kopitera Cabang Burangrang, dan Bagi Kopi Signature.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |