Bahlil: Kekurangan Batu Bara Bukan Soal Pasokan, Tapi Kontrak dan Logistik PLN

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kekurangan pasokan batu bara yang dibutuhkan pembangkit listrik PT PLN (Persero) bukan disebabkan minimnya alokasi dari pemerintah. Menurut dia, persoalan tersebut lebih berkaitan dengan kontrak pengadaan dan manajemen logistik yang menjadi tanggung jawab PLN.

Pernyataan itu disampaikan menyusul munculnya penjelasan mengenai kebutuhan tambahan sekitar 18 juta ton batu bara kalori menengah untuk memasok pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN maupun pembangkit swasta. Bahlil menegaskan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) telah menyediakan alokasi yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sektor kelistrikan.

"Dirjen Minerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara nasional sebesar 180 sampai 190 juta ton. Yang sudah dikontrakkan 134 juta ton. Artinya tinggal sekitar 18 juta ton. Di mananya ada kekurangan?" kata Bahlil.

Menurut dia, kebutuhan batu bara PLN untuk pembangkit mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Sementara pemerintah telah menetapkan penugasan pasokan batu bara domestik atau domestic market obligation (DMO) hingga mencapai 180 juta sampai 190 juta ton.

Karena itu, Bahlil menilai akar persoalan tidak terletak pada ketersediaan batu bara, melainkan pada proses pengadaan hingga distribusi batu bara ke pembangkit.

"Teknisnya, untuk sampai di power plant-nya itu bukan tugas Dirjen Minerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN," ujarnya.

Bahlil juga meminta PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dan rantai pasok energi primer guna mencegah terulangnya pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah.

Ia mengaku telah meminta langsung Direktur Utama PLN untuk menyiapkan langkah mitigasi yang terukur agar keandalan pasokan listrik tetap terjaga.

"Saya sudah bicara dengan Pak Dirut, saya katakan bahwa segera melakukan langkah-langkah yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi," katanya.

Sebelumnya, PLN menyatakan tengah melakukan perbaikan tata kelola rantai pasok batu bara dan penguatan pembangkit untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut pasokan energi primer yang sesuai spesifikasi pembangkit saat ini berjalan lancar.

PLN juga mengklaim salah satu dari dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) swasta yang sebelumnya mengalami gangguan teknis telah kembali beroperasi dan masuk ke sistem kelistrikan Jawa sejak Ahad (21/6) petang.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |