Axel Witsel Yakin Belgia Punya Masa Depan Cerah Meski Langkah di Piala Dunia 2026 Terhenti

2 days ago 13

Gelandang Belgia Axel Witsel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kiprah Belgia pada Piala Dunia 2026 memang berakhir di babak perempat final setelah dikalahkan Spanyol 1-2, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB. Namun, hasil tersebut justru memunculkan optimisme baru bagi Setan Merah yang kini mulai bertumpu pada generasi muda bertalenta untuk menatap UEFA Euro 2028 dan turnamen-turnamen besar berikutnya.

Bagi sebagian anggota Generasi Emas Belgia, kekalahan dari Spanyol menjadi kesempatan terakhir untuk meraih gelar di ajang bergengsi. Setelah gagal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia 2022 dan UEFA Euro 2024, keberhasilan menembus delapan besar di Amerika Utara tetap dinilai sebagai pencapaian yang layak diapresiasi.

Perjalanan Belgia menuju fase gugur juga tidak mudah. Tim asuhan Rudi Garcia hanya meraih dua hasil imbang pada fase grup sebelum memastikan tiket ke babak berikutnya lewat kemenangan dramatis atas Selandia Baru.

Pada babak 32 besar, Belgia harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk menyamakan kedudukan melawan Senegal sebelum akhirnya menang melalui gol Youri Tielemans pada babak tambahan waktu. Mereka kemudian tampil meyakinkan dengan menghancurkan tuan rumah bersama Amerika Serikat 4-1 pada babak 16 besar.

Meski langkah mereka terhenti di perempat final, gelandang senior Axel Witsel melihat perkembangan positif yang ditunjukkan Setan Merah sepanjang turnamen.

"Kami mungkin memulai dengan sedikit ragu-ragu, tetapi semakin jauh kami melangkah di turnamen, semakin tinggi level permainan kami. Saya tidak khawatir tentang tim kami. Kami memiliki masa depan yang cerah di depan kami," ujar Witsel, dilansir dari laman resmi FIFA.

Keyakinan serupa juga diungkapkan kiper Thibaut Courtois. Menurutnya, Belgia layak berbangga dengan pencapaiannya selama satu dekade terakhir meski belum mampu mengangkat trofi turnamen besar.

Courtois menilai Belgia kerap mendapat kritik karena Generasi Emas gagal meraih gelar. Namun, ia mengingatkan bahwa negaranya memiliki jumlah penduduk kurang dari 12 juta jiwa, jauh lebih kecil dibandingkan kekuatan sepak bola seperti Inggris, Spanyol, atau Prancis.

Dalam kondisi tersebut, Belgia tetap mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.

Berita Lainnya

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |