Badan Karantina Indonesia (Barantin) meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah-langkah pencegahan masuk dan menyebarnya virus Nipah (Nipah Virus/ NiV).
![]()
Waspada Penyebaran Virus Nipah, Barantin Perketat Lalu Lintas Komoditas Hewan dan Tumbuhan (FOTO:iNews Media Group)
IDXChannel - Badan Karantina Indonesia (Barantin) meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah-langkah pencegahan masuk dan menyebarnya virus Nipah (Nipah Virus/ NiV) seiring meningkatnya laporan kasus di beberapa negara Asia Selatan.
Kepala Barantin, Sahat M Panggabean mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat, penguatan ketahanan pangan nasional, serta pencegahan masuk dan tersebarnya penyakit hewan menular berbahaya ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Upaya penguatan pengawasan tersebut dilaksanakan oleh Barantin secara terintegrasi melalui pendekatan manajemen risiko, sistem karantina modern, serta sinergi lintas sektor.
Berdasarkan kajian ilmiah dan epidemiologi, virus Nipah merupakan virus RNA dari genus Henipavirus yang bersifat zoonotik (dapat ditularkan dari hewan ke manusia) dan memiliki tingkat patogenisitas tinggi.
Virus yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998–1999 di wilayah Sungai Nipah, Negeri Sembilan, Malaysia tersebut memiliki reservoir (inang/ tempat hidup) alami utama virus ini adalah kelelawar buah (Pteropus spp.), yang secara alami menyebarkan virus Nipah melalui urin, saliva (air liur) kelelawar, sisa makanan, buah, nira, dan minuman yang terkontaminasi, sekresi pernapasan dan saliva babi terinfeksi, serta air minum dan lingkungan yang tercemar.
.png)
3 hours ago
3














































