Wabup Lombok Tengah Pantau Harga Sembako di Pasar Renteng

2 hours ago 1

Pemkab Lombok Tengah awasi lonjakan harga kebutuhan pokok.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH, – Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, melakukan kunjungan ke Pasar Renteng pada Sabtu untuk memantau harga kebutuhan pokok. Langkah ini dilakukan guna memastikan stabilitas harga sembako dan menjaga daya beli masyarakat tetap aman.

Menurut HM Nursiah, kunjungan ini membawa kabar baik, terutama terkait harga cabai yang sebelumnya melonjak hingga Rp190.000 per kilogram kini turun signifikan menjadi Rp100.000 per kilogram. Penurunan ini diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi masyarakat dan pelaku usaha kuliner.

Selain cabai, harga kebutuhan pokok lain seperti bawang, beras, dan minyak goreng juga terpantau stabil dan kembali pada harga normal. HM Nursiah menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan berkala guna memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga sembako di pasar.

Lebih lanjut, HM Nursiah mengingatkan pedagang dan konsumen untuk menjaga keteraturan dalam transaksi agar tidak terjadi spekulasi harga yang merugikan. Sebelumnya, harga cabai di pasaran memang cukup tinggi, sehingga Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI turun langsung ke pasar di Lombok Tengah untuk melakukan pengawasan harga.

Cabai yang dijual di Lombok Tengah saat ini juga didatangkan dari luar daerah, seperti cabai Madiun yang masuk melalui pengusaha asal Karang Sidemen. Hal ini dinilai mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.

Untuk diketahui, harga kebutuhan pokok di Lombok Tengah saat ini dinilai masih stabil, di antaranya beras Rp13 ribu per kilogram, telur satu tray Rp55 ribu, daging ayam Rp45 ribu per kilogram, daging sapi Rp130 ribu per kilogram, minyak Rp20 ribu per liter, bawang putih Rp35 ribu per kilogram, bawang merah Rp38 ribu per kilogram, tomat Rp13 ribu per kilogram, dan gula Rp18 ribu per kilogram.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |