Jamaah haji memanjatkan doa sambil memegang dinding pintu Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Ahad (31/5/2026). Jamaah haji dari berbagai negara kembali memadati Masjidil Haram untuk menyelesaikan rangkaian ibadah haji yakni Tawaf Ifadah, Sai dan Tahalul.
REPUBLIKA.CO.ID, SEPANG — Misi haji Malaysia di bawah Lembaga Tabung Haji mendapatkan anugerah bergengsi dari pemerintah kerajaan Arab Saudi berupa Labaytum Diamond Award 2026. Menteri Urusan Agama Dr Zulkifli Hasan mengungkapkan, penghargaan tersebut menjadi bukti jika manajemen haji Malaysia terorganisir, sistematis dan dikelola dengan baik.
Ia menyatakan bahwa penghargaan bergengsi Labaytum Diamond Award 2026 yang dianugerahkan kepada Lembaga Tabung Haji (TH) merupakan bukti nyata bahwa Malaysia memiliki salah satu sistem pengelolaan haji terbaik di dunia.
"Penghargaan ini juga membuktikan bahwa sistem manajemen haji Malaysia telah menjadi tolok ukur global," ujar Zulkifli kepada para wartawan setibanya dari Jeddah seperti dikutip dari Strait Times.
Zulkifli menjelaskan bahwa Labaytum Diamond Award merupakan bentuk pengakuan tertinggi yang diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kepada negara-negara yang menunjukkan keunggulan dalam pengelolaan dan pelayanan haji.
"Ini merupakan penghargaan Labaytum kelima yang diterima oleh Malaysia, dan menjadi kali kedua bagi negara ini memenangkan predikat tertinggi, yaitu Diamond Award," jelasnya.
Dia pun mengaitkan pencapaian ini dengan perencanaan dan pelaksanaan operasi haji yang matang oleh Tabung Haji. Proses tersebut mencakup setiap aspek perjalanan ibadah haji, termasuk kursus pelatihan pra-keberangkatan, penerbangan, akomodasi, logistik, layanan katering, hingga pengaturan keamanan.
"Persiapan yang komprehensif ini memastikan kenyamanan dan kemudahan yang lebih besar bagi jamaah haji Malaysia sepanjang masa tinggal mereka di Tanah Suci,"tambah dia.
.png)
1 week ago
33
















































