Tantangan Pendidikan Islam di Era Kecerdasan Buatan, Kemenag: Kiai Tidak Tergantikan AI

4 hours ago 5

Senin 29 Jun 2026 19:48 WIB

Tetap harus ada komunikasi fisik antara santri dan kiai.

Direktur Pesantren Kemenag RI, Dr. Basnang Said

Foto: Erdy Nasrul/Republika

Direktur Pesantren Kemenag RI, Dr. Basnang Said

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI) menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan Islam. Di satu sisi AI menawarkan kemudahan dalam proses belajar, namun di sisi lain kehadirannya dianggap tidak boleh menggeser tradisi keilmuan yang selama ini bertumpu pada hubungan langsung antara kiai dan santri.

Direktur Pesantren Kementerian Agama (Kemenag), Kiai Basnang Said mengatakan, tantangan terbesar dunia pendidikan Islam di era kecerdasan buatan atau AI adalah bagaimana teknologi tersebut dapat diterima di lingkungan pesantren tanpa menghilangkan tradisi keilmuan yang selama ini menjadi ciri khas pesantren.

Menurut Kiai Basnang, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun komunikasi dengan para kiai dan pengasuh pesantren agar AI dapat dimanfaatkan secara tepat di lingkungan pondok pesantren.

"Tantangan pertama tentu kita harus pelan-pelan masuk ke pesantren, utamanya melakukan komunikasi kepada kiai dan pengasuh pesantren agar AI ini tetap bisa masuk ke dalam pondok, tetapi kemudian tidak menjadi persoalan besar bagi pesantren," kata Kiai Basnang kepada Republika di acara AI Teaching Power Impact Forum yang diselenggarakan oleh NU Care Global dan Microsoft, Senin (29/6/2026)

Ia menjelaskan, pesantren memiliki tradisi pembelajaran yang menekankan pertemuan langsung antara santri dan kiai. Karena itu, kehadiran AI tidak boleh mengikis budaya belajar yang telah lama berkembang di pesantren.

Berita Lainnya

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |