Mau Jadi AI Engineer? Simak Pengalaman Mahasiswa Prodi Informatika UNM

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, menghadirkan ruang inspiratif bagi generasi muda lewat Ngobrol Asik Campus Life (NICE) 2026 Prodi Informatika yang disiarkan langsung melalui akun TikTok @nusamandiri, Rabu (3/6/2026).

Mengusung tema “Campus Life Anak IT: Belajar, Berkarya, dan Berprestasi”, kegiatan ini memberikan gambaran nyata tentang kehidupan mahasiswa Informatika sekaligus peluang karier yang terbuka luas di era transformasi digital.

Acara yang diikuti calon mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah tersebut menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Amelia Rahmasari dan Rizqi Ardiansyah, yang berbagi pengalaman seputar dunia perkuliahan, pengembangan kompetensi teknologi, hingga pengalaman industri selama menjadi mahasiswa UNM.

Dalam sesi diskusi, Amelia menceritakan perjalanannya sebagai mahasiswi jalur undangan yang aktif mendalami bidang artificial intelligence (AI).

Menurutnya, Prodi Informatika UNM memberikan banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari teknologi terkini yang relevan dengan kebutuhan industri. Perkuliahan di Informatika memberikan banyak kesempatan untuk belajar teknologi terbaru.

‘’Saya sangat tertarik dengan AI Engineering karena punya peran besar dalam berbagai sektor industri. Dari kampus, saya dapat banyak dukungan untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengeksplorasi teknologi yang sedang berkembang,” ungkap Amelia.

Ia juga menekankan pentingnya membangun portofolio, mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, serta aktif mencari pengalaman di luar ruang kelas sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Sementara itu, Rizqi membagikan pengalaman berharga saat mengikuti magang di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ini memberinya kesempatan memahami budaya kerja profesional sekaligus mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

“Magang memberikan pengalaman sangat berbeda dibandingkan belajar di kelas. Saya belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja, menyelesaikan permasalahan nyata, serta memahami bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan instansi pemerintah,” jelas Rizqi.

Menurutnya, pengalaman industri sejak masa kuliah menjadi modal penting untuk meningkatkan kompetensi teknis, kemampuan komunikasi, serta kepercayaan diri sebelum memasuki dunia kerja.

Kepala Kampus UNM Kampus Rawamangun, Maruloh, mengatakan, NICE merupakan upaya UNM memberikan informasi yang lebih dekat dan relevan kepada calon mahasiswa mengenai kehidupan kampus serta peluang karier di bidang teknologi.

NICE menghadirkan cerita langsung dari mahasiswa yang telah merasakan proses belajar, berprestasi, hingga memperoleh pengalaman industri.

‘’Kami ingin menunjukkan mahasiswa Informatika UNM tidak hanya belajar teori, juga memiliki kesempatan luas untuk berkembang, berinovasi, dan membangun karier sejak masih kuliah,” paparnya dalam keterangan yang dikutip Rabu (17/6/2026).

Ia menambahkan, semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi” terus diwujudkan melalui berbagai program akademik dan nonakademik yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi tantangan industri digital.

“UNM juga menghadirkan program unggulan Internship Experience Program (IEP) 3+1, yang memungkinkan mahasiswa menjalani tiga tahun perkuliahan dan satu tahun pengalaman magang profesional di lebih dari 300 perusahaan mitra nasional maupun multinasional.”

Melalui NICE 2026, UNM berharap semakin banyak generasi muda memahami dunia perkuliahan di bidang Informatika tidak hanya identik dengan coding dan teori teknologi, juga membuka peluang besar untuk mengembangkan inovasi, menguasai teknologi masa depan seperti AI, serta membangun pengalaman profesional yang relevan dengan kebutuhan industri global.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |