UBSI Kampus Cikarang Dorong Mahasiswa Ubah Ide Jadi Karya

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cikarang menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk mendorong mahasiswa mengubah ide menjadi karya nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Ini merupakan upaya kampus membekali mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja di era digital. Di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat, banyak tugas atau karya mahasiswa yang berhenti sebagai dokumen akademik.

Padahal, berbagai gagasan yang lahir dari lingkungan kampus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi aplikasi, sistem informasi, konten digital, hingga solusi kreatif yang dapat memberikan manfaat lebih luas.

Untuk menjawab tantangan ini, UBSI kampus Cikarang mengedepankan metode learning by doing atau pembelajaran berbasis proyek. Mahasiswa tak hanya mempelajari teori di kelas, juga didorong mengerjakan proyek yang dekat dengan kebutuhan dunia nyata.

Melalui proses ini, mahasiswa belajar mengidentifikasi masalah, menyusun solusi, melakukan pengujian, hingga menyempurnakan hasil karyanya. Pendekatan ini diharapkan membantu mahasiswa memahami bagaimana sebuah ide bisa diwujudkan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Kepala Kampus UBSI kampus Cikarang, Hasan Basri mengatakan, kampus memiliki peran penting dalam membangun budaya berkarya sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah.

“Perbedaan antara rencana dan keberhasilan terletak pada eksekusi. Di UBSI kampus Cikarang, mahasiswa diarahkan untuk mewujudkan gagasan menjadi hasil karya nyata sehingga apa yang mereka pelajari tidak berhenti sebagai konsep, tetapi bisa memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Hasan Basri dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Menurut Hasan, kemampuan menghasilkan karya menjadi salah satu kebutuhan utama di dunia kerja saat ini. Karena itu, mahasiswa perlu dibiasakan untuk menghadapi proses pengembangan proyek sejak dini.

“Dunia industri tidak hanya membutuhkan orang yang memiliki ide bagus, yang lebih dibutuhkan mereka yang mampu mengubah ide tersebut menjadi solusi, produk, atau layanan yang bisa digunakan dan memberikan dampak,” katanya.

Selain menerapkan pembelajaran berbasis proyek, UBSI kampus Cikarang juga membangun ekosistem kolaboratif yang memungkinkan mahasiswa dari berbagai program studi bekerja sama.

Mahasiswa teknologi informasi, misalnya, dapat berkolaborasi dengan mahasiswa ilmu komunikasi atau bidang lainnya dalam mengembangkan sebuah produk digital.

Kolaborasi lintas disiplin dinilai penting karena dunia kerja saat ini menuntut kemampuan teknis yang didukung kreativitas, komunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat belajar bekerja dalam tim sekaligus mengelola proyek secara lebih profesional.

Hasan menambahkan, kampus juga menghadirkan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman akademik, tetapi juga mengenal standar profesional yang berlaku di dunia kerja.

“Kami ingin mahasiswa memiliki portofolio kuat ketika lulus. Bukan hanya membawa ijazah tetapi juga bukti karya dan pengalaman yang menunjukkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah secara nyata,” ungkapnya.

Menurut dia, portofolio juga menjadi salah satu aspek penting di era ekonomi kreatif dan industri digital. Karya yang telah dihasilkan selama kuliah dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan, mengikuti kompetisi, maupun membangun usaha sendiri.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI kampus Cikarang terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sesuai bidang yang diminati.

Melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan dekat dengan kebutuhan industri, kampus berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi kreator dan inovator di tengah perkembangan teknologi yang terus berubah.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |