Sekolah Rakyat Bogor Ditargetkan Beroperasi pada Tahun Ajaran Baru

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Brantas Abipraya (Persero) menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, rampung pada Juli 2026. Sekolah yang dibangun atas penugasan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) itu diproyeksikan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan, hingga 28 Juni 2026 progres fisik pembangunan telah mencapai 81,42 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir.

"Hingga 28 Juni 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 81,42 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing)," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Menurut Dian, Brantas Abipraya terus mempercepat penyelesaian proyek dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu. Perseroan juga mampu menjaga progres pembangunan sesuai target meski menghadapi tantangan kondisi geografis yang cukup kompleks.

Lokasi proyek berada di kawasan hutan dengan kontur lahan berbukit dan kemiringan lereng yang cukup ekstrem. Sebelum konstruksi dimulai, tim proyek melakukan pekerjaan pematangan lahan melalui metode cut and fill selama sekitar dua bulan.

Selain itu, tingginya intensitas hujan serta keterbatasan akses menuju lokasi turut menjadi tantangan dalam mobilisasi material dan pelaksanaan konstruksi. Untuk mengatasinya, Brantas Abipraya menerapkan perencanaan konstruksi yang matang, memperkuat koordinasi di lapangan, serta menjaga penerapan standar keselamatan dan mutu secara konsisten.

Saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian bangunan dan penguatan dinding penahan tanah (retaining wall) guna menjamin keamanan kawasan yang berada di area perbukitan.

Sekolah Rakyat tersebut dibangun di atas lahan seluas 6,96 hektare pada kawasan berketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut. Fasilitas pendidikan itu dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.

Kompleks sekolah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain gedung belajar untuk setiap jenjang pendidikan, asrama putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, kantin, lapangan olahraga, ruang terbuka hijau, serta fasilitas pendukung lainnya.

"Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat," kata Dian.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan," ujar Dody.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |