Pertamina Amankan 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair, Tutup Kinerja Hulu 2025

1 month ago 17

REPUBLIKA.CO.ID, ALJAZAIR — PT Pertamina Internasional EP (PIEP) mengamankan pasokan minyak mentah untuk Indonesia dengan melepas pengapalan perdana sebesar 1 juta barel dari Port Arzew, Oran, Aljazair, pada 24 Desember 2025. Langkah ini menandai penutupan kinerja 2025 Pertamina di sektor hulu internasional sekaligus memastikan suplai minyak dari Afrika Utara ke dalam negeri.

Pengapalan tersebut berasal dari produksi Blok 405A di Aljazair yang kini beroperasi di bawah perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) selama 25 tahun. Produksi perdana ini menjadi realisasi strategi Bring the Barrel Home guna memperkuat ketahanan energi nasional melalui aset hulu di luar negeri.

Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha menyampaikan pengapalan perdana ini mencerminkan mandat perusahaan dalam menjaga pasokan energi nasional dari portofolio global Pertamina. “Kami menjalankan amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui praktik operasional yang unggul dan berkelanjutan di Aljazair,” ujar Syamsu, dikutip Jumat (26/12/2025).

Produksi Blok 405A tidak terlepas dari kemitraan panjang antara Pertamina dan perusahaan migas nasional Aljazair, Sonatrach, yang telah terjalin lebih dari 25 tahun. Kerja sama ini berkembang dari kontrak tahunan pada 2002–2003, transaksi spot pada 2006–2013, hingga ekspansi pengelolaan lapangan sejak 2014 melalui Menzel Lejmat.

Komisaris Utama PIEP Dharmawan H. Samsu menilai lifting perdana tersebut menegaskan nilai strategis perpanjangan kontrak Blok 405A. “Pengapalan kargo pertama sebesar 1 juta barel ke Indonesia menegaskan nilai strategis Blok 405A untuk 25 tahun ke depan setelah melalui proses negosiasi kontrak yang intens,” jelasnya.

Menjelang pengapalan, Pertamina dan Sonatrach menandatangani Lifting Service Contract pada 22 Desember 2025 di kantor pusat Sonatrach. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Algeria EP (PAEP) Jon Erwin dan VP Commercialization Sonatrach Mayouf Belgacem, disaksikan President & CEO Sonatrach Noureddine Daoudi, Duta Besar RI untuk Aljazair Chalief Akbar, serta Direktur Utama PIEP.

Direktur Utama PAEP Jon Erwin menilai kolaborasi dengan Sonatrach memberikan landasan hukum dan operasional yang kuat bagi optimalisasi Blok 405A. “Kolaborasi ini membuka ruang manfaat bersama bagi kedua negara sekaligus menjaga keberlanjutan operasi lapangan,” ujarnya.

Duta Besar RI untuk Aljazair Chalief Akbar menyebut lifting perdana ini memiliki makna strategis bagi hubungan bilateral. “Ini menjadi simbol kuat hubungan Indonesia dan Aljazair di sektor energi yang terus didukung pemerintah,” ucapnya.

Pengapalan minyak mentah dari Aljazair ke Indonesia melibatkan sinergi terintegrasi subholding Pertamina. Itu mulai dari Subholding Upstream PHE melalui PIEP dan PAEP sebagai produsen, Subholding Shipping PT Pertamina International Shipping sebagai pelaksana pengapalan, hingga Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional sebagai pembeli dan pengelola kilang di dalam negeri.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |