Pemuda Nasdem Pakai Padel untuk Dekati Gen Z Jelang Kongres

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Garda Pemuda (GP) NasDem mulai mengedepankan pendekatan nonformal atau soft approach untuk menjangkau generasi muda. Salah satu upayanya dilakukan melalui turnamen padel yang digelar sebagai rangkaian menuju Kongres ke 2 GP Nasdem pada Juli mendatang.

Ketua Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh menilai antusiasme terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Menurutnya, olahraga padel menjadi salah satu medium yang relevan untuk mendekati anak muda yang selama ini tidak selalu tertarik pada politik praktis.

“Saya rasa antusiasmenya sangat besar ya, karena pendaftarannya melebihi sampai… sudah melebihi pendaftaran. Dan tadi juga kita melihat exhibition match antara istri saya dan artis nasional, Wulan Guritno. Saya rasa cukup bisa menarik popularitas ya,” kata Prananda, Ahad (28/6/2026) malam.

Ia menilai padel menjadi olahraga yang pertumbuhannya sangat cepat, termasuk di Indonesia. “Saya melihat olahraga Padel adalah olahraga yang sangat pesat berkembang ya, bukan hanya di dunia tetapi di Indonesia juga. Contohnya dalam satu setengah tahun ini sudah mungkin ada 500 lebih lapangan, dari satu setengah tahun yang awalnya hanya dua,” katanya.

Menurut Prananda, pendekatan seperti itu menjadi penting agar organisasi kepemudaan dapat memahami aspirasi generasi muda melalui ruang yang lebih cair.

“Jadi saya rasa Garda Pemuda NasDem ini wajib memahami apa keinginan pemuda-pemudi Indonesia ya. Mungkin melalui soft approach, ya seperti olahraga ini,” katanya.

Prananda menjelaskan, turnamen padel tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju Kongres Nasdem yang dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Juli di Jakarta.

“Saya rasa ini turnamen adalah salah satu acara prakongres dan juga kita melakukan lomba desain baju PDH ke depan yang baru. Dan kongres nanti diadakan tanggal 21, 22 Juli, diikuti peserta seluruh DPW dan DPD di seluruh Indonesia. Diadakan di Jakarta,” katanya.

Ia menegaskan, pendekatan kepada generasi muda tidak harus langsung diarahkan ke politik praktis. Menurutnya, organisasi kepemudaan dapat menjadi ruang untuk mendorong kontribusi dari berbagai bidang.

“Saya rasa itu salah satu yang saya sebut soft approach ya. Kan tidak usah langsung masuk ke politik praktis, itu yang saya tekankan dari tadi. Jadi dalam wadahnya dan profesinya masing-masing, misalnya memang dia jago sebagai entrepreneur ataupun lihai dalam bidang olahraga, silakan saja,” katanya.

“Yang penting berkontribusi positif untuk bangsa dan negara ini. Jadi silakan masuk, join masuk Garda Pemuda NasDem dan… silakanlah lihat dulu bagaimana bisa kita kembangkan. Kita juga kaderisasi secara soft-lah gitu ya,” katanya menambahkan.

Selain olahraga, Garda Pemuda NasDem juga membuka kemungkinan mengangkat agenda lain yang dekat dengan anak muda, termasuk literasi budaya. “Saya rasa kita akan diskusikan ke teman-teman, tapi yang pasti mungkin literasi budaya juga yang sedang digaung-gaungkan. Tapi yang pasti semua apa yang sedang digandrungi kaum muda, gitu ya,” katanya.

Prananda menilai kelompok usia muda akan menjadi penentu politik ke depan sehingga organisasi perlu beradaptasi dengan perubahan generasi dan teknologi.

“Kita sadar pemilih dan juga voters ke depan 60 sampai 65 persen ke depan adalah pemilih pemuda di bawah mungkin 35 tahun,” katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |