Pengemudi becak motor (bentor) mencoba becak listrik saat pelaksanaan program penghapusan bentor di Kantor UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Pemerintah Kota Yogyakarta mempercepat program penghapusan bentor dengan memusnahkan 50 unit bentor sekaligus menyerahkan 50 unit becak listrik kepada pengemudi bentor.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Transformasi transportasi ramah lingkungan di kawasan Malioboro terus dipercepat. Hingga saat ini sebanyak 260 unit becak listrik telah beroperasi di Kota Yogyakarta dan jumlahnya ditargetkan bertambah menjadi 900 unit pada 2028 untuk menggantikan seluruh becak motor (bentor) yang saat ini masih beroperasi.
Langkah tersebut ditandai dengan penyerahan 50 unit becak listrik bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT KAI Daop 6 Yogyakarta sekaligus penghancuran 50 unit bentor di Halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Bantuan CSR yang dikucurkan PT KAI untuk program tersebut nilainya hampir Rp1 miliar.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, penggantian bentor menjadi becak listrik merupakan bagian dari upaya mewujudkan kawasan Sumbu Filosofi sebagai kawasan rendah emisi atau Low Emission Zone (LEZ). Pemkot Yogyakarta menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 900 unit dalam dua tahun ke depan agar seluruh bentor dapat tergantikan.
"Saya berharap 900 unit itu bisa dipercepat, paling lambat dalam waktu dua tahun sudah tergantikan seluruhnya," ucapnya, Rabu (3/6/2026).
Untuk mempercepat target tersebut, Pemkot Yogyakarta berencana mengusulkan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 dan APBD Murni 2027 guna pengadaan ratusan becak listrik baru. "Kami akan mengusulkan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 dan APBD Murni 2027 untuk membeli 500 unit sekaligus. Kalau hanya mengandalkan bantuan pihak ketiga atau CSR, prosesnya akan lambat," katanya menambahkan.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari PT KAI Daop 6 Yogyakarta. Executive Vice President KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo mengatakan perusahaan sengaja mengalokasikan dana TJSL untuk mendukung program pengurangan emisi yang tengah dijalankan Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta.
"Dari KAI tidak hanya perusahaan jasa transportasi yang melayani penumpang dan barang saja, tetapi kami juga berkomitmen terhadap program-program lingkungan. Ketika Pemkot dan Pemprov Yogyakarta memiliki program yang fokus pada lingkungan, kami berdiskusi dan akhirnya mengalokasikan dana TJSL untuk pengadaan 50 becak listrik," ujarnya.
.png)
5 hours ago
4

















































