Pemerintah Subsidi Kedelai Rp 2.000 per Kg, Harga Tempe Diharapkan Tetap Stabil

4 days ago 22

Pekerja menyelesaikan proses pembuatan tempe di rumah produksi Kampung Tempe, Sunter Jaya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026). Menurut pedagang, harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe mengalami tren kenaikan imbas dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sebelumnya, harga kedelai pada kisaran Rp9.000 - Rp9.500 per kilogram, kini harga kedelai dikisaran Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram. Kenaikan tersebut berdampak secara signifikan pada biaya produksi perajin tempe.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Pemerintah memberikan subsidi kedelai sebesar Rp 2.000 per kilogram untuk membantu perajin tempe menghadapi kenaikan harga bahan baku akibat gejolak pasar global. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan kebijakan tersebut telah dibahas dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Selasa (9/6/2026) sebagai langkah menjaga keberlangsungan produksi tempe di tengah kenaikan harga kedelai.

"Karena terganggu dengan harga yang sudah naik, jadi kita membantu para perajin tempe," ujar Budi di Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026).

Pada tahap awal, pemerintah akan memberikan subsidi untuk sekitar 250.000 ton kedelai impor. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan beban biaya produksi yang meningkat akibat lonjakan harga komoditas di pasar internasional.

Budi menjelaskan, kenaikan harga kedelai dipengaruhi kondisi global, termasuk dampak konflik dan ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi rantai pasok serta perdagangan komoditas pangan dunia.

Dengan adanya subsidi tersebut, pemerintah berharap para perajin tempe dapat mempertahankan produksi dan menjual produknya dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.

"Tujuannya untuk meringankan dampak kenaikan harga akibat gejolak pasar global dan perang, sehingga perajin tetap bisa memproduksi tempe dengan harga yang ada sekarang," kata Budi.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |