REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pertumbuhan jumlah investor ritel dan semakin luasnya akses masyarakat terhadap pasar keuangan global mendorong persaingan di industri trading digital. Perkembangan teknologi serta meningkatnya penetrasi internet turut memperluas partisipasi masyarakat dalam aktivitas perdagangan valuta asing (valas) dan instrumen keuangan lainnya.
Prospek pasar valas Indonesia juga masih menunjukkan tren pertumbuhan. Berdasarkan data IMARC Group, nilai pasar valas Indonesia mencapai 11,85 miliar dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi 21,37 miliar dolar AS pada 2034, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 6,43 persen pada periode 2026-2034.
Sementara itu, laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 230 juta orang pada akhir 2025 atau setara 80,5 persen dari total populasi. Kondisi tersebut dinilai ikut mendorong adopsi layanan keuangan digital, termasuk platform trading.
Di tengah perkembangan industri tersebut, berbagai platform trading mulai memperkuat strategi akuisisi dan retensi pengguna. Salah satunya dilakukan JustMarkets yang menggelar kontes bagi pengguna untuk memperingati hari jadi perusahaan ke-14.
Juru Bicara JustMarkets, Niyas Yessengarayev, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada pengguna yang aktif melakukan transaksi di platform. “Merayakan hari jadi ke-14 ini, kami berterima kasih kepada semua klien atas kepercayaan, dedikasi, dan partisipasi mereka," kata Niyas dalam siaran pers, Sabtu (6/6/2026).
Kontes yang berlangsung pada 1 Juni hingga 31 Juli 2026 itu menyediakan hadiah berupa uang tunai dan emas batangan bagi peserta yang memenuhi kriteria aktivitas transaksi tertentu. Program tersebut terbuka bagi pengguna yang telah terverifikasi dan memiliki saldo minimal 100 dolar AS di akun trading.
Menurut perusahaan, selain kompetisi berdasarkan aktivitas transaksi, program tersebut juga mencakup undian mingguan dan undian akhir periode untuk peserta yang mencapai volume transaksi tertentu.
Di tengah meningkatnya jumlah investor ritel, pelaku industri trading digital juga menghadapi tantangan untuk meningkatkan literasi keuangan serta pemahaman risiko investasi. Pasalnya, aktivitas trading valas dan contract for difference (CFD) memiliki risiko tinggi yang dapat menyebabkan kerugian atas modal yang diinvestasikan.
Perkembangan industri ke depan diperkirakan tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengguna baru, tetapi juga kemampuan platform menghadirkan layanan yang aman, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan investor ritel yang semakin beragam.
.png)
7 hours ago
4

















































