Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan peningkatan produksi gas dari Sumur Suban-14 yang dioperasikan PT Medco E&P Grissik Ltd. di Blok Corridor, Kabupaten Musi Banyuasin. Hasil uji alir menunjukkan produksi naik dari 25 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) menjadi 30,5 MMSCFD atau bertambah 5,5 MMSCFD, melampaui target peningkatan sebesar 5 MMSCFD.
Peningkatan produksi diperoleh setelah pelaksanaan pekerjaan well service yang mencakup perforasi dan stimulasi sumur melalui pemompaan asam menggunakan Coiled Tubing Unit (CTU). Kegiatan berlangsung selama 21 hari, dimulai pada 4 Februari 2026 dan selesai pada 24 Februari 2026.
“Alhamdulillah K3S PT Medco E&P Grissik Ltd. telah melaksanakan pekerjaan well service pada Sumur Suban-14 yang mencakup kegiatan perforasi serta stimulasi pada area perforasi dengan pemompaan asam menggunakan Coiled Tubing Unit (CTU),” kata Djoko dalam laporannya kepada Menteri dan Wakil Menteri ESDM serta Komwas SKK Migas di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Setelah seluruh rangkaian pekerjaan selesai, operator melakukan flow test untuk memastikan hasil stimulasi. Uji tersebut mengonfirmasi peningkatan deliverabilitas sumur melampaui sasaran awal yang telah ditetapkan.
“Secara operasional, seluruh pekerjaan pada Sumur Suban-14 dilaksanakan tanpa menggunakan rig besar atau secara rigless dengan total waktu pekerjaan selama 21 hari,” ujar Djoko.
Dari sisi biaya, pelaksanaan pekerjaan dinilai efisien. Realisasi pengeluaran di lapangan mencapai 73,31 persen dari nilai Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.
Djoko menilai keberhasilan intervensi tersebut dapat menjadi rujukan bagi kegiatan serupa di lapangan lain.
“Keberhasilan pelaksanaan perforasi dan acidizing pada Sumur Suban-14 ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan optimisme pelaksanaan pekerjaan serupa pada sumur lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, tambahan produksi dari kegiatan perawatan sumur tersebut diharapkan memberikan kontribusi terhadap kinerja sektor hulu migas tahun ini. Optimalisasi sumur eksisting juga memperkuat upaya peningkatan produksi gas nasional pada 2026.
.png)
19 hours ago
5
















































