Nurdin Halid: Ketahanan Energi Indonesia Naik Peringkat Dua Dunia Berkat Menteri ESDM

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPR RI Fraksi Golkar Nurdin Halid mengapresiasi kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia setelah capaian Indonesia yang dinilai semakin tangguh menghadapi gejolak energi global.

Lewat laporan terbaru JP Morgan bertajuk Pandora's Bog: The Global Energy Shock of 2026, Indonesia menempati posisi kedua dunia sebagai negara paling tahan terhadap krisis energi, khususnya di sektor minyak dan gas.

Nurdin memandang capaian itu tidak terlepas dari kebijakan strategis pemerintah, terutama di bawah kepemimpinan Bahlil di sektor energi. Nurdin meyakini langkah-langkah yang diambil pemerintah telah memperkuat fondasi kemandirian energi nasional.

“Ini bukan capaian yang datang tiba-tiba. Ada kerja sistematis dari hulu ke hilir yang dilakukan pemerintah. Saya melihat Menteri ESDM berhasil membaca situasi global dan menyiapkan Indonesia lebih tahan terhadap guncangan,” kata Nurdin dalam keterangannya pada Jumat (1/5/2026).

Diketahui, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menggunkan tiga strategi utama yang didorong pemerintah, yakni peningkatan produksi minyak dan gas domestik, diversifikasi energi melalui program biodiesel, serta pengembangan bahan bakar alternatif seperti bioetanol mer.

Nurdin mengamati kebijakan seperti B50 dan E20 termasuk langkah konkret untuk menekan ketergantungan impor energi yang selama ini menjadi titik lemah banyak negara.

“Negara-negara maju justru terpukul karena terlalu bergantung pada impor. Indonesia sekarang menunjukkan arah berbeda—memanfaatkan sumber daya sendiri sebagai kekuatan utama,” ujar politisi partai Golkar itu.

Nurdin juga memaandang langkah diversifikasi energi seperti pengembangan dimethyl ether (DME) dan compressed natural gas (CNG) sebagai substitusi LPG impor merupakan keputusan strategis di tengah ketidakpastian rantai pasok global.

Berdasarkan laporan JP Morgan, ketahanan energi Indonesia ditopang oleh tingginya produksi batu bara domestik serta kapasitas sebagai eksportir utama batu bara termal dunia. Bahkan Indonesia tercatat sebagai salah satu produsen gas alam penting secara global.

Nurdin menganggap capaian ini harus menjadi momentum untuk mempercepat transisi energi nasional, termasuk pengembangan energi terbarukan agar ketahanan energi tidak hanya kuat dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.

“Kita tidak boleh berhenti. Ketahanan energi harus dibarengi dengan transisi menuju energi bersih agar Indonesia tidak hanya tahan krisis, tetapi juga kompetitif di masa depan,” ucap Nurdin.

Nurdin berharap sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat terus diperkuat demi mempertahankan momentum positif tersebut di tengah dinamika energi global.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |