REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Aktris peraih Oscar Natalie Portman bersama sutradara Prancis Justine Triet dan Jacques Audiard menandatangani surat terbuka yang mengecam boikot budaya terhadap sutradara Israel Nadav Lapid. Lapid semula dijadwalkan menghadiri Festival Film Internasional Marseille pada Juli mendatang sebagai anggota dewan juri.
Namun, ia memutuskan mengundurkan diri setelah mendapat tekanan dari sejumlah sineas pro-Palestina yang mengancam akan menarik film mereka dari festival apabila Lapid tetap terlibat. Lapid dikenal sebagai pengkritik keras pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan telah menetap di Prancis sejak 2021.
Film panjang terbarunya, Yes, merupakan satire tajam mengenai radikalisasi masyarakat Israel kontemporer serta dugaan keterlibatan komunitas seni negara itu dalam pembunuhan di Gaza dan Tepi Barat.
Meski demikian, karena film tersebut sebagian didanai oleh Dana Film Israel, sejumlah aktivis pro-Palestina menuduh Lapid ikut terlibat dengan pemerintah Israel. Mereka menyerukan boikot terhadap Lapid maupun karya-karyanya.
Pada Senin (8/6/2026), lebih dari 350 tokoh terkemuka industri perfilman Prancis menandatangani surat terbuka yang dimuat harian Prancis Le Monde. Para penandatangan mencakup produser Saïd Ben Saïd dan Judith Lou Lévy, serta sutradara Stéphane Demoustier dan Mati Diop.
Dalam surat tersebut, boikot terhadap Lapid disebut sebagai kegagalan intelektual. "Fakta bahwa seniman pembangkang terbesar Israel, yang tanpa lelah mengecam kecenderungan fasis dan kolonialis pemerintahnya serta kegagalan moral kriminal mereka melalui film-film yang mendapat penghargaan di seluruh dunia, dipaksa mundur dari sebuah festival di Prancis seharusnya membuat kita prihatin dan bergerak melampaui absurditas ini," demikian isi surat tersebut, dilansir dari Hollywood Reporter, Rabu (10/6/2026).
Para penandatangan menegaskan bahwa siapa pun tidak boleh direduksi hanya berdasarkan kewarganegaraannya, terlepas dari tindakan yang dilakukan negara asalnya. Mereka juga berpendapat bahwa Lapid, sebagaimana para sineas pembangkang dari Rusia atau Iran, tidak seharusnya dimintai pertanggungjawaban atas tindakan pemerintah yang justru sering mereka kritik secara terbuka.
Menurut mereka, tetap mengundang para seniman pembangkang ke festival-festival internasional justru memberikan tekanan politik yang lebih besar kepada rezim otoriter dibandingkan memboikot mereka. Sebagai contoh, mereka menyinggung sutradara Rusia Andrey Zvyagintsev yang meraih Grand Prix di Festival Film Cannes bulan lalu melalui film Minotaur dan menggunakan pidato kemenangannya untuk mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin agar mengakhiri pertumpahan darah di Ukraina.
.png)
6 days ago
19

















































