Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Surat kabar Israel Maariv menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran dalam hitungan hari, bahkan hitungan jam. Sementara Israel dilaporkan sedang bersiap untuk menghadapi serangan balasan Irani dan membalas menyerang Iran serta kelompok pendukungnya.
"Jika Amerika Serikat tidak menyerang Iran antara waktu penulisan dan publikasi tulisan ini, kemungkinan besar hal itu akan terjadi dalam jangka waktu beberapa jam hingga beberapa hari," tulis Maariv pada Jumat (30/1/2025) pagi waktu Israel.
Maariv mencatat bahwa Angkatan Udara Israel telah disiapkan menghadapi skenario tersebut baik dalam pertahanan maupun serangan.”
Surat kabar itu menambahkan bahwa Israel di permukaan mengesankan berusaha menjauhkan diri dari konfrontasi dengan Iran. Namun, mereka bertekad untuk merespons dengan kekuatan besar tidak hanya terhadap rudal balistik Iran yang akan menyerang Israel.
Surat kabar tersebut mencatat kunjungan kepala intelijen militer Israel Jenderal Shlomi Bender ke Washington pekan ini, yang mana ia memberikan informasi penting kepada Amerika. Hal ini ditebalkan pada pertemuan Sabtu antara Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) dan pejabat senior Israel, termasuk Kepala Staf Eyal Zamir dan Komandan Angkatan Udara Mayor Jenderal Tomer Bar.
Otoritas Penyiaran Israel juga mengatakan bahwa sistem keamanan sedang mempersiapkan pertahanan dan serangan jika Israel diserang. Media itu mengungkapkan bahwa Israel takut mengambil langkah yang tidak dipertimbangkan dengan baik, dan mengakui bahwa kenyataan di Iran dan Timur Tengah bergantung pada keputusan satu orang, yaitu Presiden AS Donald Trump.
Otoritas penyiaran mencatat pertemuan yang diadakan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sehubungan dengan persiapan serangan Amerika terhadap Iran. Mereka mengutip sumber Israel yang mengatakan bahwa ada koordinasi antara tentara Amerika dan Israel.
Presiden Trump mengatakan pada Kamis bahwa negaranya telah mengirim kapal-kapal "besar dan kuat" ke Iran. Ia berharap ia tidak perlu menggunakan kapal-kapal tersebut, seraya menyatakan bahwa ia bermaksud untuk mengadakan pembicaraan dengan Teheran.
“Saya membangun militer pada masa jabatan pertama saya, dan sekarang kami memiliki sekelompok kapal perang yang menuju ke suatu tempat bernama Iran, dan saya harap kami tidak perlu menggunakan mereka,” kata Trump kepada wartawan pada Kamis saat pemutaran perdana film dokumenter tentang istrinya Melania.
.png)
2 hours ago
1













































