Masjid Al-Ikhlas di kawasan PIK diresmikan pada Kamis (15/1/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masjid Al-Ikhlas Pantai Indah Kapuk (PIK) diresmikan pada Kamis (15/1/2026). Kehadiran masjid ini menambah fasilitas ibadah bagi masyarakat Muslim di kawasan PIK yang terus berkembang.
Peresmian dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, bersama Founder and Chairman Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma serta Direktur Utama Agung Sedayu Group Nono Sampono dan jajaran manajemen.
Masjid Al-Ikhlas dibangun di atas lahan sekitar 2.435 meter persegi dengan luas bangunan utama sekitar 1.248 meter persegi dan kapasitas sekitar 600 jamaah. Pembangunan dimulai pada 7 Maret 2025 dengan nilai konstruksi sekitar Rp45 miliar dan rampung pada awal 2026.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi atas penyelesaian pembangunan masjid tersebut dalam waktu kurang dari satu tahun. “Terima kasih kepada seluruh pihak di Agung Sedayu Group atas partisipasi dalam pembangunan masjid ini,” kata Nasaruddin dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (16/1/2026).
Pada rangkaian peresmian, panitia juga menggelar lomba adzan untuk memilih muadzin tetap masjid serta penyaluran bantuan sosial berupa paket beras kepada masyarakat sekitar. Masjid Al-Ikhlas PIK mengusung konsep arsitektur Islam klasik dengan ruang utama berkubah dan dua menara. Bangunan ini dibangun sebagai ruang ibadah dan aktivitas keagamaan bagi warga sekitar kawasan Pantai Indah Kapuk.
Direktur Utama Agung Sedayu Group Nono Sampono mengatakan, keberadaan masjid di kawasan perkotaan diperlukan untuk mendukung kebutuhan spiritual masyarakat. “Masjid memiliki fungsi ibadah sekaligus sosial bagi umat,” ujarnya.
Kehadiran Masjid Al-Ikhlas melengkapi fasilitas sosial-keagamaan di kawasan Riverwalk Island PIK yang juga memiliki rumah ibadah bagi pemeluk agama lain. Pengelola kawasan menyebut penataan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi keberagaman aktivitas keagamaan di lingkungan tersebut.
.png)
2 hours ago
1















































