REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Sebanyak 101 mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengikuti IT Bootcamp Batch 2, Rabu dan Kamis, 3-4 Juni 2026 di Hotel Asyana Sentul, Bogor. Kegiatan bertema 'Transformasi Digital, Kecerdasan Buatan untuk Solusi Masa Depan' ini menjadi ajang kompetisi bagi mahasiswa untuk mengembangkan prototipe aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Peserta yang berasal dari mahasiswa berbagai kampus UBSI, seperti dari Kalimalang, Jatiwaringin, Slipi, dan Ciledug, dibagi ke dalam 22 tim. Selama dua hari, mereka mendapatkan pendampingan dari dosen sekaligus narasumber, Eka Kusuma Pratama dan Waeisul Bismi untuk mengasah kemampuan dalam menerapkan teknologi AI ke dalam solusi digital yang aplikatif.
Puncak kegiatan berlangsung saat sesi presentasi proyek. Sebanyak 22 tim memaparkan hasil pengembangan aplikasi mereka di hadapan dewan penguji. Setelah melalui proses penilaian, tim dari UBSI kampus Jatiwaringin berhasil meraih Juara 1 melalui aplikasi Deteksi Penyakit Kulit.
Posisi Juara 2 diraih oleh tim UBSI kampus Slipi dengan aplikasi Deteksi Seragam Sekolah menggunakan YOLOv8. Sementara Juara 3 juga diraih oleh tim dari kampus yang sama melalui aplikasi Deteksi Makanan dan Estimasi Kalori.
Keberhasilan para pemenang mendapat apresiasi dari jajaran fakultas dan panitia. Aplikasi Deteksi Penyakit Kulit dinilai memiliki nilai manfaat yang tinggi bagi sektor kesehatan. Adapun aplikasi berbasis computer vision lainnya menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengolah data visual menjadi informasi yang berguna.
Ketua Program Studi Informatika UBSI, Sumanto mengatakan capaian para mahasiswa menunjukkan peningkatan kualitas inovasi yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
“Penyerahan penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi indikator bahwa mahasiswa mampu mengimplementasikan kompetensi rancang bangun mini project berbasis kecerdasan buatan secara nyata dan terukur,” ujar Sumanto saat memberikan tanggapan terhadap hasil kompetisi.
Ia menjelaskan, karya-karya terbaik dari IT Bootcamp Batch 2 akan mendapatkan pembinaan lanjutan dari fakultas. Pembinaan tersebut diarahkan agar hasil inovasi mahasiswa dapat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, memperoleh perlindungan hak cipta, hingga dipersiapkan mengikuti kompetisi teknologi tingkat nasional.
“Kami akan memprioritaskan karya-karya terbaik ini untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga memiliki nilai akademik maupun nilai implementasi yang lebih luas, termasuk mewakili Universitas BSI pada berbagai ajang inovasi teknologi nasional,” kata Sumanto.
Melalui IT Bootcamp Batch 2 ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori AI, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Prodi Informatika UBSI berkomitmen menjadikan bootcamp kompetitif sebagai agenda tahunan untuk memperkuat budaya inovasi dan mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja berbasis teknologi digital.
.png)
6 days ago
23

















































