Mahasiswa Luka-Luka Kena Pukul Saat Tentara Eksekusi Lahan di Lenteng Agung

7 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, LENTENG AGUNG -- Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari berbagai organisasi mengecam tindakan represif aparat TNI di tengah penggusuran sejumlah rumah di kawasan Lenteng Agung pada Rabu, 10 Juni 2026. Akibatnya, seorang mahasiswa dan warga setempat mengalami luka-luka saat mencoba mengadang eksekusi paksa tersebut.

"Beberapa anggota BEM UI dan simpul pergerakan lainnya mengalami luka-luka, jelas kami mengutuk tindakan represif yang dilakukan anggota TNI saat penggusuran paksa ini," kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Yatalathof Ma'shum Imawan di lokasi.

Menurut Athof, tindakan represif tersebut sangat menciderai hati rakyat. TNI yang seharusnya melindungi rakyat, malah menggunakan kekuatan dan kekuasaannya untuk mengintimidasi warga di sana.

"Sudah jelas dan tegas bahwa dalam konstitusi mengamanatkan TNI untuk melindungi rakyat demi menjaga kedaulatan negara. Warga dan juga mahasiswa kami jelas-jelas rakyat Indonesia," katanya.

Belum ada tanggapan yang diperoleh Republika dari pihak TNI AD maupun Mabes TNI terkait peristiwa tersebut.

Sejak awal April, anggota TNI dari Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad) – Dentasemen Zeni Penjinakan Bahan Peledak (Jihandak) mulai melakukan upaya eksekusi rumah warga RT 01, 02, dan 03 di RW 10 Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa. TNI mengeklaim rumah warga tersebut berdiri di atas lahan negara yang diperuntukan untuk TNI. Namun, warga mempertahankan hunian mereka karena menganggap punya dasar hukum.

Athof mengungkapkan, sejak mengetahui ada upaya penggusuran paksa oleh TNI, pihaknya tidak tinggal diam, dan ingin membantu warga. "Kami membantu warga sejak kemarin, bahkan ada yang menginap di sana, tapi hari ini kami mendapatkan tindakan represif yang tidak hanya mengintimidasi, tapi melukai kawan-kawan kami yang berjuang bersama warga," kata dia.

Untuk itu, Athof kembali menegaskan, tindakan yang menciderai warga dan rekan-rekan mahasiswa tersebut akan dilaporkan ke instansi terkait. Pihaknya ingin mengadu ke pemerintah pusat dan DPR.

Seorang mahasiswa, Muhammad Rafi Raditya mengatakan, dirinya menjadi korban pemukulan oknum TNI saat membantu warga mengadang aparat. Rafi mengaku ditendang, dipukul, ditonjok, dan disundul oleh tentara.

"Ada salah satu warga juga yang kepalanya terkena palu secara sengaja tentunya oleh tentara dan teman-teman kami juga mendapatkan tindakan represifitas, termasuk saya," katanya di lokasi kejadian.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |