REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– Rusia berencana meluncurkan biosatelit untuk mempelajari dampak kondisi luar angkasa terhadap organisme hidup pada pertengahan 2030-an. Proyek ini tidak hanya mencerminkan ambisi ilmiah, tetapi juga mempertegas dinamika persaingan global di sektor antariksa yang semakin intens.
Ilmuwan senior Rusia Vladimir Sychev mengatakan biosatelit yang direncanakan, bernama Vozvrat-MKA, akan terbang melampaui orbit rendah Bumi. Misi ini dirancang untuk mengisi kekosongan data terkait respons organisme hidup terhadap lingkungan luar angkasa, khususnya di wilayah mendekati orbit Bulan.
Menurut Sychev, yang merupakan peneliti di Institut Masalah Biomedis Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, eksperimen ini akan menguji dampak kondisi hipomagnetik, radiasi kosmik galaksi, serta paparan neutron sekunder berenergi tinggi terhadap organisme hidup.
Selama ini, data mengenai dampak faktor-faktor tersebut masih terbatas. Padahal, pemahaman atas aspek biologis menjadi krusial dalam mendukung misi jangka panjang, termasuk eksplorasi manusia ke Bulan dan Mars.
Biosatelit tersebut direncanakan membawa organisme hidup dan diterbangkan hingga ketinggian sekitar 200.000 kilometer dari Bumi, untuk mensimulasikan kondisi perjalanan antarplanet di luar perlindungan medan magnet Bumi.
Langkah ini sekaligus menandai upaya Rusia untuk memperkuat posisinya dalam perlombaan teknologi ruang angkasa yang kini tidak lagi hanya berfokus pada peluncuran satelit atau misi robotik, tetapi juga pada kesiapan biologis manusia.
Di sisi lain, Amerika Serikat melalui NASA terus mendorong program Artemis yang menargetkan pendaratan manusia kembali di Bulan serta pembangunan infrastruktur orbit seperti Lunar Gateway. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Washington untuk mempertahankan dominasi di ruang angkasa.
China juga tidak tinggal diam. Beijing secara agresif mengembangkan program luar angkasanya, termasuk pembangunan stasiun luar angkasa Tiangong dan rencana eksplorasi Bulan bersama mitra internasional melalui proyek International Lunar Research Station (ILRS).
Dalam konteks ini, pengembangan biosatelit oleh Rusia dapat dilihat sebagai langkah strategis untuk memperkuat aspek yang relatif belum banyak dieksplorasi secara mendalam, yakni dampak lingkungan ruang angkasa terhadap makhluk hidup.
sumber : Xinhua
.png)
2 hours ago
1














































