REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laporan Gartner Magic Quadrant for AI Platforms for Data Science and Machine Learning menunjukkan tata kelola (governance) kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi faktor pembeda daya saing perusahaan di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi tersebut.
Gartner merupakan perusahaan riset dan konsultasi teknologi global yang setiap tahun mengevaluasi berbagai penyedia teknologi melalui laporan Magic Quadrant. Evaluasi tersebut mengukur kemampuan perusahaan dalam mengeksekusi produk dan layanannya (ability to execute) serta kelengkapan visi bisnis dan teknologinya (completeness of vision), sehingga menjadi salah satu acuan penting bagi pelaku industri dalam memilih solusi teknologi.
Dalam laporan terbarunya, Gartner kembali menempatkan Dataiku sebagai pemimpin (leader) untuk kategori platform AI di bidang ilmu data (data science) dan pembelajaran mesin (machine learning). Posisi tersebut menjadi kali kelima secara berturut-turut diraih perusahaan.
Co-founder dan Chief Executive Officer (CEO) Dataiku Florian Douetteau mengatakan implementasi AI di perusahaan kini memasuki fase baru. Menurut dia, tantangan organisasi tidak lagi sebatas mengadopsi model AI, tetapi memastikan teknologi tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi bisnis melalui tata kelola yang baik.
Florian menjelaskan perusahaan yang mampu mengelola AI secara terintegrasi akan memiliki keunggulan dibandingkan organisasi yang menerapkan AI secara terpisah di masing-masing unit kerja.
"Perbedaan dalam penerapan AI di tingkat perusahaan akan semakin nyata. Sebagian perusahaan akan mampu mengubah AI menjadi keunggulan operasional yang terukur, sementara yang lain akan kesulitan menghadapi agen AI yang terpisah-pisah, risiko yang meningkat, serta tidak memiliki cara yang jelas untuk mengukur efektivitas implementasinya," ujar Florian dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (6/7/2026).
Menurut Florian, keunggulan tersebut tidak ditentukan oleh banyaknya model AI yang dimiliki perusahaan, melainkan kemampuan mengatur akses, melakukan orkestrasi, serta menerapkan tata kelola AI secara menyeluruh agar seluruh sistem berjalan selaras dengan kebutuhan bisnis.
Untuk mendukung hal tersebut, Dataiku mengembangkan platform yang memungkinkan organisasi membangun, mengoperasikan, dan mengelola berbagai aplikasi AI dalam satu lingkungan kerja yang terintegrasi. Platform tersebut dirancang agar dapat digunakan di berbagai infrastruktur data, layanan komputasi awan (cloud), maupun ekosistem AI yang telah dimiliki perusahaan.
Selain teknologi, Dataiku menilai sumber daya manusia tetap menjadi faktor penting dalam implementasi AI. Perusahaan membutuhkan kolaborasi antara analis bisnis, ilmuwan data, hingga tim teknologi agar pengetahuan yang dimiliki organisasi dapat diterjemahkan menjadi sistem AI yang relevan dengan proses bisnis.
Di sisi lain, tata kelola AI dinilai semakin penting seiring meningkatnya penggunaan teknologi tersebut di berbagai sektor. Melalui sistem tata kelola yang terintegrasi, organisasi dapat memantau seluruh implementasi AI, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus mengelola risiko tanpa menghambat inovasi.
Dataiku menyebut pendekatan tersebut membantu perusahaan beralih dari tahap uji coba AI menuju implementasi dalam skala yang lebih luas sehingga teknologi tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap efisiensi operasional maupun pengambilan keputusan bisnis.
.png)
5 hours ago
3













































