Krisis Energi Hantam California: Pesawat Terancam Parkir, Penerbangan Mulai Dibatalkan

8 hours ago 3

Ilustrasi mengisi avtur, bahan bakar pesawat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– Dampak konflik di Timur Tengah mulai merambat ke sektor energi global. Negara bagian California di Amerika Serikat dilaporkan mengalami penurunan tajam stok bahan bakar jet, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan dan industri penerbangan.

Berdasarkan data California Energy Commission yang dikutip Los Angeles Times, stok bahan bakar jet di California turun lebih dari 25 persen dari puncaknya tahun lalu. Pada pekan terakhir, persediaan tercatat sekitar 2,6 juta barel, turun dari lebih dari 3,5 juta barel pada periode sebelumnya.

Penurunan ini menjadi yang terendah sejak 2023, menandakan tekanan serius pada rantai pasok energi di negara bagian dengan ekonomi terbesar di Amerika Serikat tersebut.

Meski memiliki kapasitas kilang yang cukup besar, California tetap bergantung pada pasokan minyak mentah dari luar. Negara bagian ini mampu memproduksi sekitar 200 ribu barel bahan bakar jet per hari, namun ketergantungan terhadap impor masih tinggi.

Data menunjukkan bahwa pada 2025 sekitar 61 persen pasokan minyak mentah ke kilang California berasal dari luar negeri, sementara hanya sekitar 23 persen berasal dari produksi domestik. Angka ini menurun signifikan dibandingkan lima tahun lalu yang mencapai sekitar 35 persen.

Kondisi ini membuat California lebih rentan terhadap gangguan pasokan global. Letak geografisnya yang relatif terpisah dari jaringan pipa nasional juga memperbesar risiko keterbatasan distribusi energi.

Dampak dari penyusutan stok ini mulai dirasakan sektor penerbangan. Keterbatasan pasokan berpotensi memicu pembatalan penerbangan serta kenaikan harga tiket, terutama menjelang musim liburan musim panas di Amerika Serikat.

Tekanan tersebut bahkan diperkirakan dapat memengaruhi perhelatan besar seperti Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara, termasuk di Los Angeles. Ketersediaan bahan bakar menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran mobilitas internasional selama acara tersebut.

“Gangguan pasokan energi global dapat berdampak langsung pada sektor pariwisata dan transportasi,” ujar Mike Duignan dari Universitas Paris 1 Pantheon-Sorbonne, seperti dikutip laporan tersebut.

sumber : Xinhua

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |