Krakatau Steel (KRAS) Hadapi Tantangan Aturan Karbon Uni Eropa

3 hours ago 1

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menghadapi tantangan baru seiring penerapan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa mulai Januari 2026.

 Ist)

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menghadapi tantangan baru seiring penerapan CBAM oleh Uni Eropa mulai Januari 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menghadapi tantangan baru seiring penerapan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa mulai Januari 2026. Aturan baru tersebut dinilai memengaruhi ekspor baja nasional ke Benua Biru.

Direktur Utama KS, Akbar Djohan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara agenda dekarbonisasi dan keberlanjutan industri nasional. Dia menilai, transisi menuju industri hijau harus disertai dengan kebijakan yang adil dan terukur.

"Transisi menuju industri baja rendah karbon perlu dijalankan dengan sequencing dan timing kebijakan yang tepat agar tidak melemahkan basis industri strategis nasional sebelum transformasi itu sendiri berjalan optimal,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (9/2/2026).

Pria yang juga menjabat Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) itu menambahkan, dalam kondisi pasar ekspor yang semakin protektif, penguatan pasar domestik sebagai jangkar utama menjaga keberlangsungan industri baja nasional. 

"Perlindungan pasar dalam negeri, pengendalian impor, serta penguatan penggunaan produksi dalam negeri dinilai menjadi bagian dari strategi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat kemandirian industri dan ketahanan ekonomi," kata Akbar.

Halaman : 1 2 3

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |