LPPF membukukan laba sebesar Rp725,4 miliar, lebih rendah dibandingkan capaian 2024 yang sebesar Rp827,7 miliar.
![]()
Kinerja Matahari (LPPF) Tertekan, Penjualan Turun ke Rp11,05 Triliun di 2025. (Foto: Ilustrasi)
IDXChannel - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatat penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang Tahun Buku 2025. Perseroan membukukan laba sebesar Rp725,4 miliar, lebih rendah dibandingkan capaian 2024 yang sebesar Rp827,7 miliar.
Berdasarkan laporan tahunan 2025 yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Selasa (24/3/2026, penurunan laba tersebut sejalan dengan melemahnya kinerja penjualan sepanjang tahun lalu.
LPPF mencatat penjualan barang dagangan sebesar Rp11,05 triliun pada 2025, turun dibandingkan 2024 yang mencapai Rp12,30 triliun. Penurunan terjadi baik pada segmen penjualan konsinyasi yang tercatat Rp7,69 triliun dari sebelumnya Rp8,64 triliun, maupun penjualan ritel-gerai yang turun menjadi Rp3,35 triliun dari Rp3,66 triliun.
Penurunan pendapatan tersebut turut menekan profitabilitas perseroan. Laba kotor tercatat sebesar Rp3,81 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp4,26 triliun pada 2024. Di sisi lain, perseroan berhasil menekan beban usaha menjadi Rp2,79 triliun dari Rp2,97 triliun. Namun, langkah efisiensi tersebut belum mampu menahan penurunan laba usaha yang tercatat sebesar Rp1,12 triliun, turun dari Rp1,27 triliun pada tahun sebelumnya.
Pada level bottom line, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp892,6 miliar, turun dibandingkan Rp1,01 triliun pada 2024. Laba per saham juga mengalami penurunan menjadi Rp324 per saham dari sebelumnya Rp366 per saham.
.png)
7 hours ago
1
















































