Kadin Sebut Industri Keramik Lokal Butuh Keberpihakan Pemerintah

1 week ago 27

Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin ikut menghadiri pameran keramik Indonesia .

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Industri keramik dalam negeri butuh keberpihakan dari pemerintah. Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin menghadiri pameran keramik Indonesia dan melihat industri keramik dalam negeri secara kualitas, mutu dan design sudah sangat bagus. 

Pameran itu digelar dari tanggal 4 - 7 Juni 2026 di NICE PIK 2. Dari produk-produk yang ditampilkan, dia menilai industri keramik Indonesia bisa bersaing dengan keramik impor dari luar negeri. 

"Nah kemarin saya berkesempatan untuk melihat secara langsung pameran tersebut. Saya sempatkan untuk berbincang secara langsung dengan pemilik maupun direksi dari industri keramik dalam negeri dari berbagai merek terkemuka di Tanah Air, termasuk asosiasi yang menaunginya yaitu Asaki (Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia)," kata Saleh.

Saleh menuturkan industri keramik berkembang dengan baik dan butuh dukungan pemerintah agar terus tumbuh. Saleh mengatakan pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah seperti sekolah rakyat dan rencana pembangunan 3 juta rumah bisa memberikan memberikan angin segar buat industri keramik dalam negeri. 

"Ya saya kira industri ini sudah berkembang cukup bagus dan menciptakan lapangan kerja serta memberikan nilai tambah yang bagus buat bangsa kita. Jangan sampai industri ini mati dan tergerus oleh produk import serta harga energi yang sudah terlalu tinggi," ujar Saleh.

Saat ini industri kemarik dalam negeri menghadapi suatu masalah serius yaitu harga gas industri yang sudah tidak wajar lagi. Industri keramik merupakan salah satu industri penerima HGBT (harga gas bumi tertentu) yaitu 7 dolar AS per MMBTU. Namun, saat ini yang terjadi dilapangan industri keramik hanya diberikan alokasi 40 persen dengan harga HGBT dan sisanya 60 persen harus beli dengan harga pasar 21 dolar AS per MMBTU.

Saleh menegaskan tingginya harga gas yang harus ditanggung industri berpotensi melemahkan daya saing industri keramik nasional. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memaksa pelaku usaha menghentikan produksi sehingga Indonesia berisiko beralih menjadi negara pengimpor keramik, meskipun memiliki sumber bahan baku yang melimpah. Karena itu, ia mengingatkan agar situasi tersebut tidak sampai terjadi.

"Untuk itu keberpihakan pemerintah sangat dibutuhkan agar industri keramik dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di negara nya sendiri," ujar Saleh.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |