REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Sembilan warga Palestina syahid dan sekitar 17 lainnya terluka pada Ahad ketika sebuah pesawat tak berawak Israel menembakkan rudal ke Jalur Gaza. Serangan ini menandai eskalasi serangan Israel belakangan.
The Palestine Chronicle melansir, salah satu serangan terjadi di titik polisi dekat persimpangan Al-Nas di Jalan Al-Rashid, sebelah barat Khan Yunis di Jalur Gaza selatan. Sumber medis mengidentifikasi para korban sebagai Ismail Khairi Bahri Al-Lahham, Muhammad Farid Abd Subh, Mustafa Fawaz Muhammad Adwan, Mustafa Rami Muhammad Abu Yunis dan Hussam Zuhri Mahmoud Al-Tantawi.
Empat warga Palestina, termasuk seorang wanita juga syahid dan beberapa lainnya kritis dalam serangan pesawat tak berawak Israel di barat laut Kota Gaza pada Ahad malam.
Sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa melaporkan bahwa pesawat tak berawak Israel menembakkan rudal ke kendaraan sipil dan pejalan kaki di dekatnya dekat Sekolah Al-Buraq di lingkungan Al-Nasr, barat laut kota tersebut.
Serangan tersebut mengakibatkan terbunuhnya empat warga Palestina, termasuk seorang wanita, dan melukai beberapa orang lainnya, beberapa di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas yang membuat pasukan Israel menargetkan beberapa wilayah di Jalur Gaza meskipun ada perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober 2025.
Sebelumnya pada Ahad, seorang nelayan Palestina syahid dan seorang lainnya terluka setelah pasukan angkatan laut Israel melepaskan tembakan ke sebuah kapal penangkap ikan di lepas pantai Deir al-Balah di Gaza tengah.
Serangan tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian insiden yang melibatkan nelayan Palestina yang beroperasi di perairan pesisir Gaza, di mana pasukan angkatan laut Israel terus menerapkan pembatasan ketat dan sering menembaki kapal penangkap ikan.
Nelayan yang meninggal dalam serangan itu sebelumnya diidentifikasi oleh sumber lokal sebagai Mohammad Mousa Abu Jiab.
Sumber medis melaporkan bahwa sembilan warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel tiba di rumah sakit di Gaza utara, tengah dan selatan pada Ahad.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan rumah sakit di Jalur Gaza menerima sepuluh jenazah dan 36 warga Palestina yang terluka selama 24 jam sebelumnya.
Menurut kementerian, sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan atau terdampar di daerah yang tidak dapat diakses oleh ambulans dan kru pertahanan sipil.
Dalam laporan statistik harian terbarunya, kementerian mengatakan bahwa sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober 2025, serangan Israel telah menewaskan 961 warga Palestina dan melukai 3.020 lainnya. Kementerian juga mencatat 782 orang sembuh pada periode yang sama.
Para pejabat Palestina melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata melalui pemboman udara, penembakan artileri, penghancuran dan serangan yang menargetkan warga sipil di seluruh Jalur Gaza.
Operasi militer yang berkelanjutan terjadi hampir dua tahun setelah dimulainya agresi Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023.
Menurut angka terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban perang secara keseluruhan telah mencapai 72.971 warga Palestina syahid dan 173.128 orang terluka.
Para pejabat Palestina dan organisasi hak asasi manusia telah berulang kali memperingatkan bahwa serangan yang terus berlanjut, ditambah dengan pembatasan bantuan kemanusiaan dan penghancuran infrastruktur sipil, telah memperparah bencana kemanusiaan yang dihadapi penduduk Gaza.
.png)
1 week ago
31
















































