Lava pijar keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (25/11/2025) dini hari. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan 00.00 - 06.00 WIB, gunung itu tercatat mengalami 38 kali gempa letusan, tiga kali gempa guguran, dan tiga kali gempa hembusan, sehingga warga diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 20 kilometer dari kawah. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/bar
REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG -- Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi, Ahad (3/5/2026) pagi. Tinggi letusannya mencapai 900 meter di atas puncak.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Menurutnya kolom abu vulkanik Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. "Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 111 detik," tuturnya.
Aktivitas Gunung Semeru pada Ahad selama enam jam terakhir pada pukul 00.00 - 06.00 WIB yakni 18 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 89-201 detik. Semeru juga mengalami satu kali gempa embusan dengan amplitudo 4 mm, dan lama gempa 60 detik, satu kali harmonik dengan amplitudo 10 mm, dan lama gempa 148 detik.
Satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 6 mm, S-P 53 detik dan lama gempa 140 detik. Ia menjelaskan Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga) dengan rekomendasi, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," katanya.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Dia juga mengimbau warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.
sumber : Antara
.png)
7 hours ago
5
















































