Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato pada pembukaan Forum Diplomasi Antalya (ADF 2025) di Antalya, Turki, 11 April 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan belum menerima undangan untuk menghadiri KTT Uni Eropa di Siprus, menurut portal berita Euractiv, mengutip beberapa pejabat Uni Eropa. Konferensi tingkat tinggi (KTT) Uni Eropa berikutnya akan diadakan di Siprus pada 23-24 April.
Perubahan sikap Brussel terhadap Turki yang tampak jelas sebagian besar disebabkan oleh hubungan erat Ankara dengan Teheran, menurut laporan tersebut pada Rabu (23/4/2026). Wakil Menteri Urusan Eropa Siprus, Marilena Raouna, menyebutkan bahwa mereka tidak mengundang Erdogan karena alasan yang samar terkait "perkembangan geopolitik", imbuh laporan itu.
Laporan tersebut mencatat bahwa para pemimpin Lebanon, Yordania, Mesir, dan Suriah, serta sekretaris jenderal Dewan Kerja Sama Teluk, akan menghadiri KTT pada Jumat (24/4-2026).
Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah membahas gencatan senjata di Iran dengan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif, dan menyatakan bahwa Turki siap mendukung proses tersebut, kata kantor kepresidenan Turki. Erdogan melakukan pembicaraan mengenal hal itu via telepon dengan Sharif.
Selama percakapan tersebut, mereka membahas proses gencatan senjata di Iran dan perkembangan terkini.
"Presiden Erdogan berterima kasih kepada Perdana Menteri Sharif atas perannya dalam proses gencatan senjata ini," menurut pernyataan tersebut.
"Presiden Erdogan menyatakan bahwa periode gencatan senjata selama dua pekan harus dimanfaatkan secara efektif, Dia juga menegaskan kembali bahwa Turki akan terus berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas yang langgeng," imbuh pernyataan itu.
Sebaliknya, Perdana Menteri Pakistan juga berterima kasih kepada Erdogan atas kontribusinya terhadap proses perdamaian.
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
.png)
6 hours ago
5
















































