REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Praktik bisnis berkelanjutan dinilai memerlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat agar mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap pembangunan ekonomi. Sinergi lintas sektor juga dinilai penting untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Isu tersebut menjadi pembahasan dalam Site Visit Asia B Corp Summit 2026 bertajuk From Purpose to Impact: Advancing B Corp for Indonesia's Sustainable Future yang diselenggarakan Danone Indonesia bersama B Lab dan B Market Builder (BMB) South East Asia. Forum yang digelar pada Kamis (25/6/2026) tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta organisasi untuk membahas penguatan praktik bisnis yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola.
Acara tersebut dihadiri perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perindustrian, APINDO, akademisi, serta jajaran B Lab.
Head of National SDGs Secretariat sekaligus Deputi Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, mengatakan, SDGs telah menjadi arah pembangunan nasional melalui RPJPN, RPJMN, Asta Cita, dan visi Indonesia Emas 2045.
Menurut dia, pencapaiannya membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, filantropi, akademisi, masyarakat sipil, dan media agar mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola.
"Keberhasilan SDGs tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak inisiatif yang kita jalankan, tetapi oleh seberapa kuat kita mengubah cara pembangunan bekerja," ujar Pungkas.
Professor University of Cambridge, Christopher Marquis, menilai B Corp menawarkan pendekatan berbeda dalam mendorong perubahan sistem ekonomi. Menurut dia, pendekatan tersebut tidak hanya menyediakan standar untuk mengukur dampak perusahaan, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi antaranggota.
"B Corp menawarkan cara pandang yang benar-benar berbeda terhadap sistem ekonomi kita secara keseluruhan. B Corp juga membangun sebuah komunitas tempat perusahaan saling terhubung, belajar, dan bertumbuh bersama," ujarnya.
Board Member sekaligus Co-Founder B Lab, Bart Houlahan, mengatakan, sertifikasi B Corp bukan tujuan akhir, melainkan titik awal bagi perusahaan untuk terus meningkatkan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Ia menilai berbagai persoalan global, seperti perubahan iklim dan kesenjangan sosial, membutuhkan kolaborasi lintas perusahaan.
"Berbagai tantangan yang kita hadapi tidak dapat diselesaikan oleh satu perusahaan saja. Karena itu, gerakan B Corp mendorong perusahaan untuk saling belajar, berkolaborasi, dan terus meningkatkan standar praktik bisnis yang bertanggung jawab," kata Bart.
Ketua Umum APINDO, Shinta W Kamdani, mengatakan, keberlanjutan kini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya saing perusahaan. Menurut dia, kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk mempercepat penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Keberlanjutan bukan lagi sekadar komitmen, tetapi telah menjadi strategi bisnis yang menentukan daya saing perusahaan," ujar Shinta.
Dalam forum tersebut, Danone Indonesia menjelaskan penerapan strategi keberlanjutannya melalui Danone Impact Journey yang berfokus pada kesehatan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut dijalankan melalui penyediaan produk bernutrisi, konservasi sumber daya air, rehabilitasi daerah tangkapan air, pengembangan ekonomi sirkular melalui gerakan #BijakBerplastik, hingga pemberdayaan petani, pelaku UMKM, bank sampah, dan komunitas di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Perusahaan juga menyebut telah memperoleh sertifikasi B Corp untuk seluruh lini bisnisnya sejak 2018 dengan B Impact Score sebesar 98,6, melampaui ambang batas minimum sertifikasi sebesar 80 poin.
CEO Danone Indonesia, Laurent Boissier, mengatakan, sertifikasi B Corp menjadi pengingat bagi perusahaan untuk terus meningkatkan standar keberlanjutan melalui setiap keputusan bisnis.
"Kami percaya tantangan keberlanjutan tidak dapat diselesaikan sendiri. Karena itu, kami berharap kolaborasi lintas sektor dapat mendorong semakin banyak perusahaan menjadikan bisnis sebagai kekuatan yang membawa perubahan positif bagi Indonesia," ujar Laurent.
Melalui forum tersebut, penyelenggara berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dapat memperkuat transformasi menuju sistem ekonomi yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan guna mendukung pencapaian target SDGs Indonesia.
.png)
5 hours ago
3















































