REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan penyerang Belgia Divock Origi resmi mengakhiri karier sepak bolanya pada usia 31 tahun. Keputusan tersebut diumumkan melalui akun media sosial pribadinya, sekaligus menandai berakhirnya perjalanan seorang pemain yang kerap tampil sebagai pahlawan pada momen-momen penting.
Dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan di The Players' Tribune, Origi menjelaskan bahwa dirinya merasa seluruh target yang pernah ia impikan di dunia sepak bola telah tercapai.
"Target saya di dunia sepak bola telah terpenuhi. Saya telah menjalani mimpi masa kecil saya, bermain di panggung terbesar, dan memenangkan trofi-trofi terbesar. Saya bersyukur kepada Tuhan atas semua itu," tulis Origi.
Pemain kelahiran Ostend itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan kariernya selama lebih dari satu dekade.
"Untuk semua penggemar, klub, rekan setim, dan keluarga saya, semua ini akan selalu menjadi milik kita bersama. Terima kasih. Misi saya telah selesai. Kini saya melangkah menuju panggilan hidup berikutnya."
Origi menutup karier profesionalnya dengan catatan 358 penampilan dan 67 gol di level senior. Sepanjang kariernya, ia pernah membela sejumlah klub Eropa, mulai dari Lille, Liverpool, Wolfsburg, Nottingham Forest, hingga AC Milan.
Di level internasional, Origi mencatatkan 32 penampilan bersama tim nasional Belgia dan menyumbangkan tiga gol. Ia berstatus tanpa klub sejak Desember tahun lalu setelah mencapai kesepakatan dengan AC Milan untuk mengakhiri kontraknya lebih awal.
Meski pernah membela beberapa klub besar, nama Origi paling lekat dengan Liverpool. Ia mungkin tidak selalu menjadi pilihan utama di lini depan The Reds, tetapi kontribusinya pada momen-momen krusial membuatnya mendapat tempat istimewa di hati para pendukung klub Merseyside tersebut.
Momen paling dikenang terjadi pada Liga Champions 2018/2019. Pada semifinal melawan Barcelona, Origi mencetak dua gol saat Liverpool menang 4-0 di Anfield untuk membalikkan defisit agregat dan melaju ke final dalam salah satu comeback terbesar dalam sejarah kompetisi Eropa.
Di partai final yang berlangsung di Madrid, Origi kembali mencatatkan namanya di papan skor ketika Liverpool mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 dan meraih gelar Liga Champions keenam mereka.
Ia juga menjadi bagian dari skuad Liverpool yang mengakhiri penantian 30 tahun untuk menjuarai Liga Inggris pada musim 2019/2020, sekaligus mempersembahkan gelar liga pertama klub pada era Liga Primer.
Selain pencapaian-pencapaian tersebut, Origi juga dikenang lewat gol dramatisnya pada Derby Merseyside melawan Everton pada Desember 2018. Gol pada menit ke-96 itu menjadi salah satu momen paling ikonis dalam kariernya bersama Liverpool.
Origi mungkin tidak meninggalkan warisan berupa ratusan gol atau penghargaan individu bergengsi. Namun, kemampuannya muncul sebagai penentu pada saat-saat paling penting membuat namanya tetap dikenang dalam sejarah Liverpool dan sepak bola Belgia.
sumber : Antara
.png)
1 week ago
24

















































