JAKARTA – Muhammadiyah akan merayakan Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026, sesuai dengan penghitungan metode hisab hakiki wujudul hilal. Berikut contoh khutbah Idulfitri Muhammadiyah dari Muhamad Rofiq Muzakkir (Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, yang dilansir dari laman resmi Muhammadiyah.
Khutbah Idulfitri: Ramadhan, Keunggulan Manusia Muslim, dan Masa Depan Peradaban Islam
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، الَّذِي أَكْرَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْيَقِيْنِ، وَرَزَقَنَا صِيَامَ رَمَضَانَ وَقِيَامَهُ، وَبَلَّغَنَا يَوْمَ الْعِيْدِ وَإِتْمَامَهُ، نَحْمَدُهُ عَلَى الْفَضْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَنَشْكُرُهُ عَلَى جَزِيْلِ الْعَطَاءِ وَالْاِمْتِنَانِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ، وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، مِصْبَاحِ الْهِدَايَةِ وَبَابِ الرَّحْمَةِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، مَنِ اهْتَدَوْا بِهُدَاهُ فِي الْعَشِيَّةِ وَالْغَدَاةِ.
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang dengan limpahan rahmat-Nya telah mempertautkan hati kita dalam balutan iman dan ukhuwah di pagi yang suci ini. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswah hasanah kita, Nabi Muhammad SAW, sosok pemimpin yang tidak hanya membangun kesalehan individu, tetapi juga meletakkan fondasi transformasi peradaban yang paling gemilang dalam sejarah umat manusia.
Hari ini, di bawah naungan langit Idul Fitri, kita berdiri di ambang pintu kemenangan (al-falah). Namun, penting bagi kita untuk menyadari bahwa kemenangan sejati bukanlah sekadar kembalinya kita kepada pola makan yang normal atau perayaan fisik semata. Kemenangan ini adalah keberhasilan kita dalam menyerap seluruh kurikulum terbaik dari Madrasah Ramadan guna melahirkan profil manusia unggul yang siap memikul beban peradaban masa depan.
Sejatinya, tujuan akhir dari pendidikan sebulan penuh ini adalah untuk membentuk jati diri kita sebagaimana perumpamaan indah yang Allah SWT abadikan dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 24-25:
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang dengan limpahan rahmat-Nya telah mempertautkan hati kita dalam balutan iman dan ukhuwah di pagi yang suci ini. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswah hasanah kita, Nabi Muhammad SAW, sosok pemimpin yang tidak hanya membangun kesalehan individu, tetapi juga meletakkan fondasi transformasi peradaban yang paling gemilang dalam sejarah umat manusia.
.png)
2 hours ago
3














































