Bertekad Menangi Dua Laga di Medan, Bandung bjb Tandamata Janjikan Permainan Berkelas

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Bandung bjb Tandamata siap menebus kekalahan pada laga terakhir di Pontianak dengan tekad memenangi dua pertandingan pada seri Medan dalam lanjutan putaran pertama babak reguler Proliga 2026 di GOR Voli Indoor Sumatera Utara, Sport Center, Deli Sedang.

Tekad itu diperlihatkan dengan evaluasi menyeluruh serta menyiapkan pemain dengan kondisi bugar demi menampilkan permainan berkelas. Di seri ini, klub di bawah naungan Bank bjb itu akan bentrok dengan tuan rumah Medan Falcons, Jumat (16/1/2026), pukul 16.00 WIB.

Sehari berselang di jam yang sama, Bandung bjb Tandamata ditantang Jakarta Electric PLN Mobile. Dari dua laga yang sudah dilakoni, Bandung bjb Tandamata mengoleksi tiga poin, hasil sekali menang (3-0) dan sekali kalah (1-3) dan menempati urutan keempat klasemen sementara kelompok putri.

Tim besutan Risco Herlambang Matulessy itu tertinggal tiga poin dari Jakarta Popsivo Polwan (6) dan satu angka dari Electric (4) di urutan kedua. Sementara Gresik Ponska Plus Pupuk Indonesia yang baru melakoni satu pertandingan, berada di urutan ketiga, atau unggul set kemenangan dari Bandung bjb Tandamata.

Dengan kata lain, kemenangan wajib diraih Bandung bjb Tandamata di dua pertandingan tersebut, demi menjaga asa lolos ke final four musim ini. Hal itu bahkan sudah menjadi target klub seperti yang diakui Manager Bandung bjb Tandamata, Asep Sukmana.

Menurutnya, setelah melakukan pembenahan menyeluruh pasca hasil di seri Pontianak, pekan lalu, tim sudah siap diproyeksikan untuk memenuhi target tersebut. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa satu-satunya kendala yang dihadapi adalah inkonsistensi dan mental bertanding para pemain.

"Kalau target, tentu memenangkan dua pertandingan baik lawan Falcons maupun Electric. Kita melakukan pembenahan dan secara nonteknis, kita berupaya meningkatkan komunikasi antarpemain baik lokal maupun asing,’’ katanya dalam keterangan Jumat (16/1/2026).

Komunikasi juga diperlukan oleh seorang pemain yang menjadi pemimpin di lapangan. Yang belum maksimal antara lain konsistensi bermain, berarti masih perlu pembenahan pada sisi mental bertanding.

‘’Sebetulnya kalau konsisten seperti pada pertandingan pertama di Pontianak (melawan Livin), kombinasi pemain muda, senior, dan asing, sudah sangat apik. Tinggal hanya sisi mental bertanding, komunikasi, dan soliditas tim," ungkap Asep.

Untuk itu, Asep meminta para pemain tidak menganggap remeh lawan, demi menampilkan permainan berkelas. "Yang membuat kami optimistis, kondisi pemain sangat fit, soliditas tim juga sudah sangat baik,’’ ungkapnya.

Tinggal nanti di lapangan dan mudah-mudahan sesuai dengan skenario dan strategi pelatih. Ia tak ingin meremehkan semua lawan, termasuk Falcons. Yang penting Fokus, konsentrasi dan tentunya memanfaatkan kelebihan yang dimiliki tim, baik kemampuan teknis pemain, strategi pelatih, dan soliditas tim.

Hal senada diungkapkan Pelatih Kepala Bandung bjb Tandamata, Risco Herlambang Matulessy. Ia bahkan tidak memiliki kendala untuk menurunkan kekuatan penuh, meski harus bermain dua pertandingan dengan jeda tidak lebih dari 24 jam.

"Tim akan menurunkan kekuatan penuh untuk pemain. Memang ada beberapa yang kena flu tapi sudah membaik,’’ katanya.

Ia menuturkan, meski tak cukup waktu karena tim harus bermain dua pertandingan dengan jeda tak lebih dari 24 jam tetapi tim sudah siap, termasuk strategi yang akan diterapkan. ‘’Yang jelas kami fokus dl pertandingan lawan Falcons dan Electric dengan strategi berbeda."

Lebih lanjut Risco mengakui, sejumlah masalah seperti receive, defence, kurang baik sehingga serangan balik tim begitu mudah terbaca lawan saat melawan Popsivo di Pontianak. Namun ia menjamin hal itu tidak akan terulang di Medan.

"Kami sudah evaluasi gimana caranya outside atau breakpoint kami bisa menyelesaikan dengan baik. Melawan Falcons yang jelas pemain jangan lengah dan tetap pokus. Walaupun mereka tuan rumah, mungkin akan berbeda suasananya dengan Popsivo di Pontianak.’’

Untuk target, jelas Risco, pasti memenangi pertandingan, mengejar poin demi menjaga peluang masuk final four. Selain itu, ia harus bisa memaksimalkan potensi pemain, termasuk Shintia Alliva Mauludina sebagai middle block yang cukup membantu tim ketika dibutuhkan.

"Sebagai middle blocker saya berharap bisa bermain maksimal, mengurangi kesalahan individu, serta mengikuti instruksi pelatih. Dengan hal itu, saya bisa menciptakan suasana positif untuk tim, saling menyemangati, serta jaga komunikasi antarpemarin,’’ kata Shintia.

Hal senada diungkapkan kedua legiun asing Bandung bjb Tandamata, Sonaly Cidrao (Brasil) dan Anastasia Guerra (Italia) sebagai outside hitter. Sonaly bahkan menampik tidak mengalami kebingungan saat melawan Popsivo di Pontianak.

Hanya saja, ia mengakui pertandingan itu memang dirasa cukup berat. "Saya tidak merasa bingung. Saya mencetak 12 poin dan saya tidak bermain di set keempat. Set pertama melawan mereka memang sulit bagi seluruh tim,’’ ungkap Sonaly.

Ia menambahkan, mereka bermain dengan baik. ‘’Di Medan nanti, yang pasti ia akan membantu tim lebih banyak dalam semua aspek dasar permainan, bukan hanya pada satu aspek saja," kata Sonaly menegaskan.

Ana, sapaan Anastasia Guerra menyatakan, berada di bawah tekanan adalah hak istimewa, artinya tim mampu melakukan sesuatu yang penting. Tidak ada yang perlu dihindari.’’ Kita hanya perlu percaya bahwa kita tim kuat, bisa melakukan sesuatu yang hebat musim ini.’’

Menurut dia, apa yang hendak dilakukan untuk menjaga kekompakan dengan semua rekan satu tim dan staf adalah terus menjadi diri sendiri, mencoba memberikan yang terbaik dalam hal performa dan pengalaman di lapangan.

‘’Kita hanya perlu bersenang-senang bersama dan menikmati kembali perjalanan ini bersama di lapangan," kata Ana. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |