Belgia Murka Skorsing Penyerang AS Balogun Ditangguhkan, Rudi Garcia: Seperti Lelucon April Mop

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih timnas Belgia Rudi Garcia melontarkan kritik keras terhadap keputusan FIFA yang menangguhkan skorsing penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, hanya sehari sebelum kedua tim bertemu pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Garcia menilai keputusan tersebut sulit dipahami karena bertentangan dengan ketentuan yang selama ini berlaku mengenai hukuman otomatis bagi pemain yang menerima kartu merah langsung.

"Saya tidak tahu kalau di Piala Dunia tanggal 5 Juli ternyata adalah 1 April. Ini seperti Hari April Mop," ujar Garcia dalam konferensi pers, Ahad (5/7/2026).

Balogun sebelumnya diganjar kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar. Setelah tinjauan VAR, wasit mengubah keputusannya dan mengusir penyerang berusia 25 tahun tersebut karena pelanggaran keras terhadap lawan.

Sesuai regulasi kompetisi, kartu merah seharusnya membuat Balogun menjalani skorsing otomatis satu pertandingan. Namun, Komite Disiplin FIFA kemudian memutuskan menangguhkan sanksi tersebut sehingga pemain kelahiran New York itu tetap bisa tampil menghadapi Belgia di Seattle, Senin (6/7/2026) waktu setempat.

Keputusan itu memicu kemarahan Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA). Dalam pernyataan resminya, RBFA mengaku terkejut karena keputusan FIFA dinilai bertentangan dengan Kode Disiplin FIFA maupun Regulasi Piala Dunia 2026.

Keduanya secara jelas mengatur bahwa kartu merah langsung berujung pada larangan bermain di pertandingan berikutnya. Yang membuat Belgia makin berang, laporan ABC menyebutkan Presiden AS Donald Trump sebelumnya menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino perihal ini.

Federasi Belgia menyatakan tengah mempelajari seluruh jalur hukum yang tersedia sebagai respons atas keputusan tersebut.

Garcia menegaskan protes Belgia bukan semata-mata untuk mencari keuntungan menjelang pertandingan melawan Amerika Serikat, melainkan demi menjaga konsistensi aturan dalam sepak bola.

"Kami tidak membela tim nasional atau federasi. Kami membela sepak bola," katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |