REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas kerja sama layanan keuangan syariah yang mencakup pendidikan, perumahan, pengelolaan keuangan, hingga pembiayaan usaha produktif. Kerja sama ini diharapkan memperkuat dukungan finansial bagi ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan anggota Muhammadiyah di berbagai daerah.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) operasional layanan perbankan syariah terintegrasi antara Direktur Network & Retail Funding Bank BSN Ari Kurniaman dan Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Kesepakatan itu merupakan tindak lanjut nota kesepahaman yang sebelumnya ditandatangani Direktur Utama Bank BSN Alex Sofyan Noor dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada Februari 2026.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofyan Noor mengatakan, kerja sama selama lima tahun tersebut ditujukan untuk mendukung operasional organisasi dan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah yang mencakup perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, hingga panti asuhan.
“Maksud dan tujuan utama dari kerja sama ini adalah sebagai dasar untuk mengoptimalisasi pemanfaatan jasa layanan perbankan syariah yang saling menguntungkan. Kami ingin menghadirkan solusi keuangan produktif yang langsung menyentuh para anggota, guru, dan karyawan di lingkungan Muhammadiyah, sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi umat,” kata Alex di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Melalui kerja sama tersebut, berbagai layanan keuangan syariah akan diperluas di lingkungan Muhammadiyah, mulai dari layanan tabungan, pengelolaan gaji pegawai, pembiayaan pendidikan, pembiayaan perumahan, hingga dukungan permodalan bagi Amal Usaha Muhammadiyah.
Anggota Muhammadiyah akan memperoleh akses layanan tabungan melalui produk Bank BSN Tabungan Berkah Wadiah dengan setoran awal Rp50 ribu dan tanpa biaya administrasi bulanan. Selain itu, tersedia kartu debit co-branding yang terhubung dengan aplikasi Muhammadiyah 'Aisyiyah Super Apps (MASA).
Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib mengatakan, sektor perbankan memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan berbagai amal usaha yang dikelola Muhammadiyah.
“Kerja sama dengan Bank BSN ini diharapkan mampu menjadi daya dukung finansial bagi ribuan Amal Usaha Muhammadiyah, mulai dari perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, hingga panti asuhan yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri tanpa topangan sektor perbankan,” tutur Irwan.
Irwan berharap kerja sama tersebut juga membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan serta membantu penyediaan hunian bagi tenaga pendidik dan karyawan Muhammadiyah.
“Kami berharap Bank BSN hadir memberikan solusi konkret melalui skema beasiswa atau pembiayaan penyelesaian studi bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan dana. Di sisi lain, kami juga mendorong kolaborasi pengadaan perumahan bagi para guru, dosen, dan karyawan yang belum memiliki rumah, dengan memanfaatkan keahlian serta rekam jejak program KPR Sejahtera milik Bank BSN,” terangnya.
Di sektor perumahan, Bank BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada 980 warga Muhammadiyah yang terdiri atas 835 unit KPR subsidi dan 145 unit KPR non-subsidi. Bank BSN juga mulai mengembangkan proyek perumahan yang ditujukan bagi dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Sementara itu, Amal Usaha Muhammadiyah juga akan memperoleh akses pembiayaan modal kerja untuk mendukung pengembangan usaha, pembangunan fasilitas, serta kebutuhan operasional lainnya. Fasilitas pembiayaan tersebut mencakup pembangunan perumahan komersial, pengadaan lahan, hingga pembiayaan kontraktor.
Untuk mendukung transparansi dan efisiensi transaksi, pengelolaan keuangan sekolah, rumah sakit, dan unit usaha Muhammadiyah akan menggunakan platform Bale Syariah. Sistem tersebut dilengkapi layanan virtual account untuk rekonsiliasi transaksi otomatis serta dukungan pembayaran digital melalui QRIS.
Kedua pihak juga berkomitmen memperluas edukasi literasi keuangan syariah kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang akan digelar secara berkala.
Kerja sama ini dilakukan di tengah pertumbuhan kinerja Bank BSN. Hingga Mei 2026, total aset perseroan mencapai Rp78,21 triliun atau tumbuh 23 persen secara tahunan. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp61,15 triliun atau meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada periode yang sama, laba perusahaan tumbuh 40 persen secara tahunan menjadi Rp473 miliar. Sementara aplikasi digital Bale Syariah yang diluncurkan pada Februari 2026 telah memiliki 187.319 pengguna aktif dengan volume transaksi mencapai Rp3,51 triliun dari lebih dari 1,47 juta transaksi.
.png)
7 hours ago
2
















































