Peserta dari masyarakat sipil Peduli Palestinamenginjak bendera Israel saat menggelar aksi Solidaritas untuk Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Ahad (14/6/2026). Dalam aksinya, massa mengecam tindakan zionis Israel atas genosida yang terjadi di Palestina, menuntut pemerintah di seluruh dunia untuk menangkap pelaku kejahatan genosida. Selain itu mereka mendesak otoritas internasional untuk segera membebaskan peserta land convoy Global Sumud Flotilla dalam misi kemanusiaan menembus blokade Gaza yang hingga saat ini masih ditawan oleh kelompok milisi bersenjata di Libya Timur serta mengajak masyarakat untuk peduli terhadap hak-hak kemerdekaan Palestina.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat yang ke-250 diwarnai dengan bentuk aksi yang berbeda di berbagai media sosial.
Sejumlah aktivis dan tokoh politik memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan penolakan terhadap hubungan Amerika Serikat dengan Israel, sekaligus mengkritik besarnya pengaruh lobi pro-Israel dalam politik domestik negeri itu.
Dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial, para aktivis tampak membakar bendera Israel sebagai bagian dari aksi simbolis mereka.
Dilansir dari Aljazeera, Senin (6/7/2026), mereka menyebut Israel sebagai "musuh yang sebenarnya" bagi rakyat Amerika karena dinilai memiliki pengaruh besar terhadap proses pengambilan keputusan di Washington.
Di bawah slogan "America First" (Amerika di Atas Segalanya), para aktivis dan sejumlah politisi menggelar kampanye yang menyerukan penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai "dominasi" atau "hegemoni" Israel atas kebijakan pemerintah Amerika Serikat.
Salah satu tokoh yang ikut dalam aksi tersebut adalah aktivis politik sekaligus calon anggota Kongres Amerika Serikat, Eric Keel.
Dalam sebuah video yang diunggahnya, Keel terlihat membakar bendera Israel sambil mengatakan:
"250 tahun yang lalu kita membutuhkan kemerdekaan dari Raja Inggris. Kini, pada 2026, kita membutuhkan deklarasi kemerdekaan dari Israel."
.png)
2 hours ago
1














































