Konferensi Pers Prambanan Jazz Festival 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN - Perhelatan Prambanan Jazz Festival (PJF) 2026 menargetkan mampu menyedot lebih dari 85 ribu pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan pada 3-5 Juli 2026 di kawasan Candi Prambanan, Sleman. Target tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun lalu yang mencapai sekitar 76 ribu penonton dan diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Memasuki penyelenggaraan tahun ke-12, Prambanan Jazz Festival mengusung tema "Celebrate The Joy". Festival ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga diarahkan menjadi penggerak music tourism yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.
Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Alimi, mengatakan optimisme mencapai target tersebut didukung tingginya antusiasme masyarakat yang sudah terlihat bahkan sebelum festival dimulai. Sejumlah penginapan dan homestay di sekitar kawasan Prambanan dilaporkan telah penuh dipesan wisatawan.
"Saya sangat terharu. Banyak pesan singkat masuk dari pemilik penginapan kecil dan homestay di sekitar Prambanan yang melaporkan kamar mereka sudah sold out," ujarnya saat konferensi pers di Kompleks Candi Prambanan, Kamis (2/7/2026), petang.
Tak hanya penginapan, menurut Anas, dampak ekonomi juga mulai dirasakan pelaku usaha kuliner. "Beberapa restoran di daerah Turi yang lokasinya cukup jauh dari venue mengabarkan bahwa tempat mereka sudah full booked hingga hari Minggu nanti," katanya.
Menurut Anas, tren music tourism terus berkembang dan menjadi salah satu magnet baru bagi sektor pariwisata. Kehadiran festival musik berskala internasional seperti Prambanan Jazz dinilai mampu menghadirkan wisatawan dari berbagai daerah sekaligus memperpanjang lama tinggal mereka di Yogyakarta.
.png)
5 hours ago
3







































